Tag Archives: traveling

Holiday in Singapore: Beautiful Gardens by the Bay

1 May

We went to Singapore on wednesday, we went back to Indonesia on sunday. During the 5 days 4 night in Singapore, we visited Gardens by the Bay in Marina Bay Sands 3 times. Yes, three. It’s not because we didn’t know where to go. It’s indeed we because we knew exactly where we wanted to go, to visit the unforgetable beautiful Supertree Groove in Gardens by the Bay.

Photo taken by Prasetya Wibowo with iPhone 6s only


The 1st time we visited, we arrived there at 8PM in the evening. We were just sight seeing the Supertree Groove and OCBC Skyway from below. We were so tired but totally amazed with the combination of light-music attraction performed during night time.


The 2nd time we visited, we arrived there also around 7PM in the evening. We specifically went there to took countless pictures of Supertree Groove and OCBC Skyway from the ground. No shame about it :p

The 3rd time we visited, we arrived there around 6PM in the evening. Bought tickets to go up to the OCBC Skyway. Ate dinner. Queed to go up. Then walked through the OCBC Skyway to enjoy the light-music attraction from the above


Unfortunately, we only visited the Supertree Groove and OCBC Skyway in Gardens by the Bay. We didn’t visit the Cloud Forest and Flower Dome. Which are famous to be also beautiful during day time. Maybe next time when we visit Singapore again. Shall we, husband? 😉

Photo taken by Prasetya Wibowo with iPhone 6s only

Advertisements

[review] Book: The Naked Traveler 1 & 2

11 Oct

Berhubung banyaknya permintaan pada postingan ini, maka saya pun memberanikan diri mereview buku The Naked Traveler (TNT) 1 & 2 karya Trinity yang sudah saya baca. Bagi yang menunggu review buku 1 lagi, saya ucapkan terimakasih atas kesabarannya *minta ditimpuk :p*.

Harap diingat bahwa saya membaca buku TNT1&2 out of the blue. Tiba-tiba iseng jalan ke toko buku, tiba-tiba iseng membeli buku, tiba-tiba iseng meraih bukunya mbak Trinity, dan tiba-tiba iseng langsung membeli kedua bukunya sekaligus. Saya yang pecinta komik ini memang suka geregetan kalau komik itu terbitnya satu-satu, jadi wajar saja kalau saya langsung membeli buku mbak Trinity 2 buah. Sudah percaya bakal bagus, sudah percaya bakal suka. Padahal saya sama sekali tidak mengikuti blog ataupun twitter beliau. Hihi.

The Naked Traveler 1 menceritakan pengalaman bertahun-tahun traveling mbak Trinity ke tempat-tempat wisata yang pernah dijelajahinya. Pengalaman tersebut diceritakan dalam setiap bab, yang termasuk dalam beberapa subjudul. Seperti pengalaman traveling yang berhubungan dengan passport, airport, dan alat transportasi. Jadi tidak melulu menceritakan mengenai objek-objek wisata itu sendiri. Membahas traveling dari sudut pandang lain, mungkin lebih tepat disebut sharing pengalaman. Pastinya bakal berbeda kalau yang biasa kita baca Lonely Planet atau National Geographic.

The Naked Traveler 2 masih tetap menceritakan pengalaman traveling mbak Trinity dengan objek wisata yang berbeda dari TNT1. Penceritaan yang lebih mendetail menurut saya, karena termasuk pengalaman keseharian mbak Trinity S2 di negeri orang, Filipina. Kalau di TNT1 hanya menceritakan pengalaman keseluruhan. Bedanya lagi, kalau TNT1 banyak menceritakan pengalaman backpacking mostly sendirian mbak Trinity, TNT2 menceritakan pengalaman traveling yang beberapa belas tahun kedepan, dimana mbak Trinity sering bepergian dengan teman-temannya.

Sayangnya, 2 bab awal pada TNT2 sama persis tok tok tidak ada beda titik komanya dengan tulisan pada TNT1. Awalnya saya cukup kecewa saat membacanya. Tapi, saat saya jadi rajin hunting tulisan mbak Trinity di blognya (read: membaca postingan-postingan lama), saya jadi mengetahui bahwa 2 bab yang diceritakan dua kali tersebut, ternyata memang bab asli pada TNT2, yang terpaksa di-copy ke TNT1 secara mendadak karena ada tulisan di TNT1 yang dibredel, alias tidak diizinkan untuk terbit, hanya beberapa saat sebelum TNT1 dirilis. Selidik punya selidik, postingan tersebut ada hubungannya dengan va-jey-jey dan Tiger Show di Thailand 😉

Berkat membaca TNT1&2 juga saya benar-benar ingin bisa mewujudkan mimpi saya untuk jalan-jalan, terutama backpacking, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Berkat kedua buku ini juga, saya jadi sering jalan-jalan di Bandung, tanpa arah, tanpa tujuan, tanpa teman, benar-benar impulsif, sambil membawa kamera digital untuk menghilangkan stress (baca disini) . Sebagai latihan awal kalau nanti saya benar-benar menjadi independent traveler. Harus berani jalan sendirian di tempat asing. Dan harus muka badak juga tiba-tiba jepret sana jepret sini di tengah kerumunan orang *sebenarnya intinya sih kalimat terakhir ini haha*.

Gaya penulisan mbak Trinity pada TNT1&2 overall tidak jauh dengan gaya penulisan beliau pada tulisan-tulisan di blognya, sharing pengalaman dari sudut pandang mbak Trinity. Oleh karena itu saya sangat penasaran untuk membaca novel mbak Trinity Tersesat di Byzantium, karena tokoh utamanya sudah bukan mbak Trinity lagi melainkan Duo Hippo Dinamis. Siapakah mereka? Mari kita mulai membacanya!

PS: to read my late book review, click here