Tag Archives: table manner

Makan Kwetiau Pakai Tangan

4 Oct

Tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti Writing Contest Pesta Blogger 2010. Jika kamu ingin mendaftar, silahkan klik disini. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Pesta Blogger 2010, klik disini.

Pernah nggak kamu makan sate yang disajikan secara tradisional dengan menggunakan piring rotan beralaskan daun pisang? Saya pernah, saat pergi ke Padang beberapa tahun yang lalu. Uniknya, tidak disediakan sendok saat sate dihidangkan. Pengunjung makan kuah sate dengan menggunakan daun pisang yang disobek dari alas sate itu. Percaya deh, enak banget rasanya 🙂

Nikmatnya hidup di Indonesia termasuk keanekaragaman kuliner termasuk cara menikmati makanan-makanan tersebut. Dimana lagi bisa kita temukan cemilan (baca: gorengan) yang disajikan dalam kantong yang terbuat dari kertas koran.. bahkan kertas reuse? Atau hanya dibungkus dengan daun pisang? Bahkan lebih hebatnya lagi, disajikan dengan menggunakan tusuk lidi dan dimakan begitu saja tanpa menggunakan piring? Berterimakasihlah pada abang penjual di gerobak kaki lima.

Sumber Gambar: 1 2 3 4 (dengan perubahan)

Jangan kaget jika saat makan bersama teman-teman, ada yang refleks mencari westafel untuk cuci tangan dan makan hanya dengan menggunakan tangan, tanpa sendok. Apalagi kalau ternyata tempat makan yang disinggahi adalah rumah makan minang atau rumah makan sunda. Wilujeng sumping 🙂 Tidak jarang diantara kita yang menyantap makanan dengan menggunakan sendok saja, tanpa garpu. Justru menjadi kagok saat harus makan dengan table manner yang benar, seperti pada jamuan makan resmi. Yang seperti itupun dapat kita temukan di Indonesia.

Banyak diantara orang Indonesia yang fasih menggunakan sumpit, apalagi bagi pecinta masakan khas Asia Timur. Kebiasaan cara makan kadangkala tidak tergantung dari suku mana kita berasal, melainkan jenis makanan apa yang kita makan. Orang minang, orang sunda, kalau makan kwetiau ya pakai sumpit (setidaknya pakai sendok garpu), tidak mungkin pakai tangan saja kan? Atau orang Indonesia keturunan China yang makan spaghetti ya pakai garpu, tidak pernah saya temukan ada yang keukeuh menggunakan sumpit.

Berbeda itu indah. Pernah saya menyantap kentang goreng (french fries – Eng) di restoran cepat saji bersama seorang teman. Saya makan pakai tangan, lebih afdhol untuk mencocol-cocol sambalnya. Teman saya makan pakai garpu. Tidak ada yang protes, makan jalan terus. Asalkan kita bisa bersikap sesuai tempatnya dan menghargai perbedaan yang ada. Jangan sampai kita makan di warteg pinggir jalan, eh bersikeras menggunakan sendok garpu yang lengkap, dilap dengan tisu terlebih dahulu pula 😀

Advertisements