Tag Archives: perawatan anti stretchmark

Perawatan Anti Stretchmark pada Ibu Hamil

10 Oct

Saat itu, usia kehamilan saya sekitar 3 bulan. Seorang teman kantor menanyakan perkembangan kehamilan saya, masih muntah setiap pagi sehabis sarapan atau tidak, dan ngalor ngidul lainnya. Kemudian si teman bertanya, “Kamu pake anti stretchmark apa?”. Saya sudah sering bertukar kabar mengenai muntah, supplemen dokter, susu hamil dengan teman-teman lainnya. Tapi pembahasan mengenai anti stretchmark, itu yang pertama. Yang tentunya saya jawab dengan polosnya, “Belum pake. Perlu ya?”.

Perawatan anti stretchmark adalah salah satu perawatan tubuh wajib bagi ibu-ibu yang sedang hamil. Sebagian dari kita memiliki gen yang akan ada bekas seperti kulit jeruk kering setelah melahirkan, sebagian lagi tidak. Salah satu indikasi kita diwarisi gen stretchmark bisa dilihat dari ibu kita, atau saudara perempuan kita jika ada, yang sudah lebih dulu mengalami proses melahirkan daripada kita. Apakah kulit mereka menjadi berwarna lebih keruh/kehitaman dan lebih kasar pada area-area tertentu.

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Mencegah stretchmark lebih baik daripada mengobati stretchmark. Karena itu, jika sepertinya kita tidak diwarisi dengan gen stretchmark, ada baiknya kita tetap merawat kulit kita dengan perawatan anti stretchmark, daripada menyesal kemudian :). Ada banyak yang ibu-ibu hamil bisa lakukan untuk mencegah terjadinya stretchmark. Pertama, menggunakan minyak zaitun, alias olive oil. Atau kedua, menggunakan cream anti stretchmark.

Caranya mudah saja, dengan mengusapkan minyak zaitun atau cream anti stretchmark pada bagian-bagian tubuh yang akan melar (hiks) selama proses kehamilan, seperti perut, pinggang, pinggul, pantat, dan paha. Dua kali sehari, setelah mandi. Atau satu kali sehari, sebelum tidur. Perbedaannya, minyak zaitun akan membuat badan kita terasa berminyak. Sedangkan cream anti stretchmark biasanya akan terasa lebih adem saat dipakai di kulit.

Saya tidak mencoba perawatan dengan minyak zaitun. Karena alasan kepraktisan, saya melakukan perawatan menggunakan anti stretchmark cream saja. Pertama kali coba, saya pilih Mothercare Anti Stretchmark Cream. Saya pakai sekali sehari saja, setelah mandi malam yang notabene saat sebelum tidur. Ketika dipakai terasa kesat di kulit dan suami saya tidak suka dengan aromanya. Hanya bertahan 1 bulan, setelah itu saya memutuskan untuk ganti.

Picture Source

Krim kedua yang saya coba tidak spesifik krim untuk mencegah stretchmark, karena concern dengan penggunaan bahan kimia pada anti stretchmark cream lainnya. Saya kemudian memilih krim yang bahannya lebih natural, bisa melembabkan kulit, tidak membuat kulit kering, sehingga tidak akan meninggalkan jejak setelah kulit tidak melar lagi. Pilihan saya jatuh pada Body Shop Shea Body Butter. Karena bisa melembapkan kulit yang super kering dan tidak terasa kesat saat dipakai di kulit. Tapi ternyata suami saya juga tidak suka dengan aromanya, dan hanya bertahan 1 bulan juga.


Picture Source

Pilihan ketiga jatuh pada Body Shop Mango Body Butter. Bisa melembabkan kulit, tidak membuat kulit kering, aromanya wangi disukai suami saya (super penting), dan tidak terasa kesat di kulit saat dipakai. Rutin saya pakai sampai dengan 40 minggu kehamilan saya. Dan masih saya pakai sampai sekarang saat baby saya sudah berumur 18 bulan.


Picture Source

Apakah benar anti stretchmark cream bisa mencegah stretchmark? Sejujurnya, tetap ada stretchmark pada perut saya setelah melahirkan. Tapi tidak banyak, dan tidak ada stretchmark di area kulit lainnya. Dan karena saya rutin pakai, stretchmarknya sudah hilang sebulan setelah melahirkan. Mungkin stretchmark memang tanda normal bagi ibu-ibu yang melahirkan. Semacam penanda bahwa hei, kita sudah punya anak, sudah sewajarnya jika ada perubahan pada tubuh kita. Tapi tidak ada salahnya merawat diri dengan mencegah terjadinya stretchmark yang lebih banyak lagi.

Bagaimana dengan pengalaman stretchmark ibu-ibu? 🙂

Postingan ini dipublish di The Babyologist, motherhood website untuk berbagi pengalaman Ibu dan Anak (klik disini untuk membaca)

Advertisements