Tag Archives: malaysia

Johor Trip: A Day in Legoland

23 Apr

In every holiday trip, we’re usually lowering our expectation or have no expectation at all to avoid disappointment. That way, we can always manage our happiness level at the highest on holiday 👍🏻

This also happened with our trip to #legoland Malaysia. Knowing that total area is smaller than Ancol, we thought one day visit is enough. We think we should’ve brought Kid O to Ancol first (sungkem dulu sama Dufan) then Legoland. We’re actually afraid that he wouldn’t understand it just like his trip to Sentosa 2 years ago 🙈

Turned out, he was super excited when we told him we’re going to Legoland. “Dedek au tempat ego!”, he said. He was already super happy at the gate, not yet even entered the playground. Seeing how happy Kid O was, all the road trip drama and effort is paid off 😍

He ate alot, he woke up and played many attractions, he didn’t even asked for any our handphone. Totally different attitude with our trip to Penang last december. Hopefully it means Kid O is getting alot healthier now, aamiin 🙏🏻

We ran out of time to play all of the attractions. Part of it because Kid O played several times on the attractions he likes. It wasn’t crowded because not all of Malaysian had their Good Friday holiday. The other part of it because it was raining on the afternoon. Thankfully it coincided with Kid O’s sleeping time

Will definitely want to go back here again for 2 days visit. But first, papimamiori qerja bagai quda dulu 💪🏻

Advertisements

indonesia punya siapa

20 Apr

2 hari yang lalu (sabtu 18/04/2009) saya menghadiri International Day di aula timur itb bersama beberapa orang teman saya. ternyata untuk masuk kesana, harus menggunakan tiket seharga 20ribu rupiah. mahal? mungkin saja.. tapi dengan makan malam dan souvenir yang didapatkan saya kira harga tersebut cukup memadai. ditambah lagi sudah beberapa bulan terakhir ini saya tidak menonton bioskop, ya sudah tidak apa-apa

acara ini dipandu oleh 2 orang master of ceremony, laki-laki dan perempuan *rav gila lw keren abis waktu itu 🙂 hehe*. menampilkan kesenian dari berbagai negara yang mahasiswanya datang kuliah ke itb dan kesenian indonesia juga tentunya (sebagai pembuka). namun kesenian jepang ditampilkan oleh unit kesenian jepang (ukj) itb, bukan oleh mahasiswa jepangnya sendiri, karena tidak terdapat mahasiswa jepang yang kuliah di itb *tidak heran.. mestinya memang mahasiswa indonesia yang kuliah di jepang hohoho*.

negara-negara yang menampilkan atraksinya di international day: malaysia, cambodia (kamboja), madagascar, netherland (belanda), viet nam, lao (laos), thailand,  czech (ceko)

Flag of Malaysia

Flag of Malaysia

Flag of Cambodia

Flag of Cambodia

Flag of Madagascar

Flag of Madagascar

Flag of Netherland

Flag of Netherland

Flag of Viet Nam

Flag of Viet Nam

Flag of Lao

Flag of Lao

Flag of Thailand

Flag of Thailand

Flag of Czech

Flag of Czech

Flag of Japan

Flag of Japan

sepulangnya dari acara tersebut (saya dan teman saya tidak menonton international day sampai selesai.. sayang juga) langsung kabur ke wisudaan jurusan saya di dago atas. beberapa selentingan yang saya dengar “berasa kayak prom esema deh acaranya di dago”. bahkan ada yang ekstrim mengatakan “kayak junior high school prom tau acaranya di gedung olahraga”. hohoho… no further comment 😀

mari membahas 2nd international day saja. saya bukan nasionalis.  tapi, pikiran saya dipenuhi banyak pertanyaan sepulang menonton acara tersebut. seperti kenapa indonesia dengan seenaknya mengubah nama resmi sebuah negara? cambodia menjadi kamboja. japan menjadi jepang. sampai egypt menjadi mesir. pengucapan yang jauh sekali perbedaanya bukan?

kenapa banyak sekali pertentang antar negara serumpun? british – france. iran- irak. india – palestine. malaysia – indonesia. bukti nyata baru saya rasakan malam itu. mahasiswa malaysia yang mempresentasikan negaranya menampilkan (baca: ibut mengklaim) lagu RASA SAYANGE dan BAJU KEBAYA itu berasal dari malaysia. bahkan pada slide tersebut juga ditampilkan kesenian reog, yang sepertinya juga mereka klaim sebagai budaya malaysia.

Baju Kebaya

Baju Kebaya

saya sedih. saya kira klaim tersebut hanya dilakukan pemerintah malaysia saja, dalam kepentingan politik. tapi ternyata nampaknya hal tersebut sudah mendarah dalam pendidikan malaysia. dibuktikan oleh (tanpa merasa bersalah karena akan dan telah melukai perasaan mahasiswa indonesia saat itu) mahasiswa malaysia sendiri yang seharusnya berpikir kritis dan mempunyai pengetahuan mengenai budaya asli negaranya, bukan hanya menerima saja saat pemerintahnya mengklaim suatu budaya yang bukan miliknya.

kalau begini caranya, indonesia harus bergerak cepat untuk mempatenkan seluruh budaya kita agar tidak menyusul klaim-klaim tidak tahu diri dari negara lain. kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi