Tag Archives: jawa barat

Holiday in Puncak: Taman Bunga Nusantara

10 Jul

Taman Bunga Nusantara is also a good place for family holiday destination in Puncak, West Sumatra, Indonesia. It is like a huge amusement park but with flowers as attraction. Not only it has flowers, but also:

1๏ธโƒฃ Peacock Plant-Statue

The welcome plant-statue for visitors who enter the entrance. Can you the peacock’s tail beautifully design from flowers on the ground? ๐Ÿ™‚

2๏ธโƒฃ Water Garden

It is called Water Garden because there is a pond and swimming gooslings on the pond.

3๏ธโƒฃ Maze Garden

The maze is made of from plant. It is too big that we decided not to come into the maze, remembering we came with Baby O (no stroller and no carrier) and Baby O’s grandparents. So we just see the beautiful maze from the control tower. ๐Ÿ˜€

4๏ธโƒฃ Musical Fountain

This is not just ordinary fountain. This is a water-dancing fountain along with the musical music that play along in the area. Baby O had so much fun in here ๐Ÿ™‚

5๏ธโƒฃ Rose Garden

Can you see the arches? They make up the rose garden beautifully. I bet many couples took pre-wedding photos here. ๐Ÿ™‚

6๏ธโƒฃ Play Park

Baby O’s first time experience riding a horse, unfortunately still accompanied by me. Because husband is afraid of horse ๐Ÿ˜… And Baby O liked it very much. He always rewatch the video of him riding the horse at home every night before bed ๐Ÿ˜‚

7๏ธโƒฃ And many more ๐Ÿ’š๐Ÿ’š๐Ÿ’š

If we google “Taman Bunga Nusantara” or open its official website (click here), the pictures are far more beautiful than pictures in this blog. The park is indeed beautiful, but somehow it is hard to take beautiful pictures there with using selfie stick. Perhaps we might need to use drone so we can capture the beauty from above. ๐Ÿ™‚

Oh, and it was crowded when we went there on eid fitr holiday this year. We thought it was because of the eid fitr holiday, turned out we went there at the exact same time and date with Mr. President and his family (Mrs. First Lady and Ms. First Daughter) visit. No wonder it was too crowded. Can you count how many guards that came along with him? ๐Ÿ˜‚


Holiday in Puncak: The Ranch Puncak

3 Jul

The Ranch Puncak in Mega mendung area, newest favorite place in puncak. It was just newly launched during eid fitr holiday this year. Visitors need to pay entrance fee, but we get free milk in return, or could be treated as food & drink coupon. Yeay! ๐Ÿ˜†

The Ranch Mega Mendung is a combination of restaurant and playground. The restaurant offers tasty Taste of Bandung food, yummy ๐Ÿ˜‹. While the playground in The Ranch Mega Mendung is rather a family playground than just kid playground because there are so many attractions that could be done as a family. Or at least parents and their kids. Such as:

1๏ธโƒฃ Horse riding

Only those who are 90cm tall may ride it, so Baby O was still not allowed to. Kids who are still afraid to ride alone can be accompanied by adult from below.

2๏ธโƒฃ Feeding the calves

Which Baby O was afraid of. It was his first time experience seeing any calves, let alone feeding them. ๐Ÿ˜€

3๏ธโƒฃ Feeding the rabbits in front of their holes

Which Baby O was still a little afraid too, eventhough he greeted the rabbits cheerly from afar. Let mommy works on this another time

4๏ธโƒฃ Feeding baby lambs on the field

Photo taken by Haikal Mahfuz Rize with iPhone 5s only

Unfortunately, it was Baby O’s breastfeeding time and we had been there for too long. So we didn’t check whether Baby O brave enough to fed the baby lambs or not

5๏ธโƒฃ And many other kid-friendly attractions ๐Ÿ™‚

There are also many attractive spots to take pictures to. It is totally a holiday destination for family ๐Ÿ‘ถ๐Ÿป๐Ÿด๐Ÿฎ๐Ÿฐ๐Ÿ‘โ›ฐ

Tujuan Wisata di Indonesia: Kawah Putih

8 Aug

Pernahkah kamu ke Kawah Putih? Bagi warga Bandung dan sekitarnya, mungkin objek wisata ini sudah tidak asing lagi, baik untuk dikunjungi maupun sekedar mendengar namanya. Kawah Putih terletak di Ciwidey, Jawa Barat sekitar 3 jam perjalanan dari kota Bandung menggunakan mobil. Perjalanan ke Kawah Putih sudah pernah saya ceritakan dalam postingan saya sebelumnya disini (untuk membaca cerita lainnya -dalam bahasa Perancis- silahkan klik disini).

Selama tinggal di Bandung sejak tahun 2005, sudah 2 kali saya ke Ciwidey, keduanya selalu dengan keluarga besar saat Lebaran. Menurut saya, Kawah Putih merupakan tujuan wisata yang cocok jika kita ingin bernarsis ria. Dengan pemandangan yang sangat bagus, kita tidak akan pernah merasa bosan untuk berfoto dan kembali lagi kesana. Bahkan, Kawah Putih tidak jarang dijadikan sebagai lokasi untuk berfoto seperti pre-wed, foto kelas, dan lainnya.

Dengan area wisata yang cukup luas, mulai dari gerbang masuk, turun ke bawah, sampai dengan hutan-hutan kecil disamping Kawah, objek wisata ini menyediakan banyak lokasi (spot berfoto) untuk dieksplor.

Jika kamu perhatikan, perlengkapan yang dibawa saat ke Kawah Putih cukup penghangat badan, baik itu baju lengan panjang, cardigan, sweater, ataupun jaket. Untuk alas kaki, bahkan dengan sendal pun kamu bisa berjalan di medan Kawah Putih yang paling berat. Penghangat badan itu akan membantu kamu untuk tidak menggigil, saat difoto, terutama saat kabut yang mengandung belerang menyerang.

Bahkan tanpa kabut pun, Kawah Putih tetep terasa dingin di siang hari.

Di depan gua penambangan belerang di area sekitar Kawah Putih, ada larangan untuk tidak berlama-lama disana. Saat itu sekawanan pria ketakutan untuk berfoto disana dan memilih kabur, tidak jadi berfoto. Padahal kalau mereka melihat penjelasan pada papan di dekat gua, kita dilarang untuk berlama-lama disana karena zat asam berbahaya yang keluar dari mulut gua. Bukan karena alasan-alasan tidak masuk akal “ada penunggunya”, “ada yang pernah meninggal di dalam gua”, yang dilontarkan pria-pria ketakutan itu :p

Bagaimana dengan pengalaman liburan kamu kawan?

semoga tidak kebal untuk yang satu ini

11 Oct

bermula dari gempa di jawa barat yang ternyata dirasakan juga oleh masyarakat se-bandung, termasuk saya. saat itu saya sedang berada di jurusan akan kuliah di lantai 2. goncangan yang tidak terlalu besar tapi cukup untuk membuat panik orang-orang satu gedung. brak brak brak! semua orang berlarian keluar mencari tampat aman *tapi saya bingung kenapa semua orang saat itu melihat ke arah gedung ti ya? seolah berharap runtuh? wew*

beberapa hari kemudian disusul dengan gempa jogja (kembali di guncang gempa walaupun tidak sebesar beberapa tahun lalu). saya ingat saya berpikir saat itu “wah gempanya merembet ke arah timur indonesia..”. derengdengdengdeng ternyata tidak lama setelah itu malah sumatra barat yang diguncang gempa.. BESAR! bahkan lebih besar dari gempa yang mengguncang jawa barat..

saya tidak tahu harus panik atau sedih mengingat kampung halaman ayah ibu ada disana. saat itu pikiran logis saya “ah kampung kan di daerah pegunungan. mestinya getarannya udah keredam pas nyampe kampung”. jadi yang ada di pikiran saya saat itu adalah bagaimana nasib 3 orang adik ayah saya beserta keluarganya..? alhamdulillah langsung mendapat kabar saat itu bahwa mereka baik-baik saja. jadi saya bisa mencemaskan teman-teman saya di riau yang katanya ikut merasakan getaran tersebut. dan ternyata aman-aman saja disana..ย berhenti sampai disana? belum. langsung disusul dengan gempa jambi. yang saya ingat hanya 2. yaitu kakak tiri ibu saya yang bekerja disana dan keluarganya yoanorvel. insya Allah mereka baik-baik juga..

sedang banyak bencana yang menimpa kita.. sebagai warga indonesia.. dan sebagai warga dunia. jangan lupakan banjir besar di phillipinna dan badai taifun di jepang *semoga larasmeong dan galuhbening baik-baik disana*. alam sedang murka? bukan. Tuhan sedang menegur kita dengan cara-Nya, melalui alam. percayalah itu akibat dari perbuatan kita, manusia, yang selama ini telah lalai terhadap-Nya. maupun tidak mengindahkan keseimbangan hidup di bumi yang bukan hanya milik kita ini

seperti yang upiavianto tulis di blognya (ketik disini untuk baca lebih lengkap):

Dan yang paling mengerikannya ketika akhirnya kita menjadi kebal rasa akan bencana itu sendiri.

Kita ngeliat itu semua seperti kita ngeliat sinetron di tv.ย ย Hal itu menjadi biasa. Setelah itu kita updates Facebook atao twitteran ama temen. Bukan karna tidak peduli, tapi mungkin karna rasa kebal itu.


semoga bukan itu yang terjadi pada kita.. pada saya. ketakutan yang terbesar saya adalah disaat kita sudah mengetahui makna dibalik setiap bencana (baca: yaitu peringatan kepada manusia), kita justru melihatnya biasa saja. atau bahkan tidak tergerak untuk melakukan sesuatu. minimal untuk diri kita sendiri. memohon ampun kepada Tuhan misalnya. menjadi sadar dan berbakti kepada-Nya

my biggest condolences to all earthquake west java, jogja, west sumatra, and jambi victims. may God always bless you all