Tag Archives: facebook

Social Networking: How Does It Affect My Life?

30 Nov

This blog entry was intended to be posted for TBI Social Networking 2011 writing contest. But since I couldn’t find the link on its facebook and web page, hence this entry is posted to show someone out there the extra mile. Hope it’s okay, beb. ๐Ÿ™‚

At this point of time, I divide my life into pre-boyfriend and post-boyfriend eras. Pre-boyfriend era ended on July this year when I was officially dating my current boyfriend. Post-boyfriend era, with many fights, tears, smiles, loves, and struggles, is still continue until now. Let’s hope there will be happy ending for us both, amen. โค

The fights and struggles were merely because boyfriend and I are basically different types of person. Cliche, I know, but it’s true. One of the difference is I’m a spare-time-blogger (micro or a complete one), somehow by default I engage with social media alot. Boyfriend in the other hand is someone who, I’m borrowing his word, lives in the real life, unlike me who’s trapped in the cyber world alot.

Pre-boyfriend era was me and my gadgets all the time. Though I socially hanged out and had fun with friends, my hand will never be emptied from my handphone and or my laptop. My twitter account never fall to be updated once in an hour, if not every minutes, even when I was attending a class in college. I knew my friends’ condition by reading through their tweets, not by personally contacting them or so. I even knew alot about celebtwit’s circle of life, the ones that I never met of. More like a stalker, yes I’m aware of that.

Post-boyfriend era means me and boyfriend only, like ALL the time. Less time to update my status on twitter even to hold my handphone more than 5 minutes. Most of the time, when I’m with him, my handphone is safely placed in my bag. How does it feel to have a smartphone in your bag but not be able to use it because of some restriction which is not related to phone credit?

At first, it felt weird to not hold my handphone at my palm anywhere I go. But by the time being, the truth is, I miss nothing. With less time to play with my handphone thus less time to be enganged on twitter, I actually more enganged with my surroundings. At least, I was becoming more aware with people who are physically around me, like people on the side road, those in the same public transportation with me, and the like.

In pre-boyfriend era, in every chance I had, I’ll look at my handphone’s screen the most, just to read people that I follow’s recent tweets, even when I was in the public transportation. I couldn’t hear when the street musicians sang because it just consumed my attention. I wouldn’t noticed if there’s anything happened outside the window (read: in the real world).

In post-boyfriend era, I learned that even a slightest attention to those street musicians, even if we didn’t give them any money, is meaningful for them. Just smile politely, and they’ll smile back at us. Which is meaningful for me too, because I looked and heard more than something I seen on mobile phone screen. There’s a feeling I couldn’t explain everytime I see stranger’s sincere smile.

The one thing that holding me back to never lost contact with twitter is the fact that I got my current job because of it, I owe it THAT much. I read a tweet about job opening in my current company through someone’s timeline. I applied, tested, and accepted to work here until present time.

Social media costed me time I should’ve spent more wisely in the past, but it paid back by giving me a job to work for at the moment. So what does it affect me? You decide. ๐Ÿ™‚


Bocah-bocah Penghibur Hati

29 Jun

Pagi ini saya tepar lagi. Penjelasaanya simpel, hanya karena 2 harian ini saya benar di dalam ruangan ber-AC. Bisa dikatakan 2×24 jam kena AC. Sabtu kemaren, mulai dari perjalanan menuju Blok M (diajak istrinya om saya, Tante Yuli), seharian di Blok M, sampai pulang ke bekasi, saya selalu kena AC. Hari minggunya, saya seharian di kamar saudara saya yang ber-AC. Belum lagi pada malam harinya saya harus tidur di kamar tersebut karena menemani si adik yang tidak berani tidur sendiri, mengingat si kakak tidur di kamar bundanya. Nice one..

3 minggu ini hari-hari saya diwarnai oleh kehidupan bocah-bocah (haha.. kalau mereka baca blog ini pasti marah karena saya sebut bocah “Gw udah gede tau!” haha.. dasar anak jakartee). Bocah pertama panggilannya Si Kakak, namanyaย Salzsabee. Salsa ini tipikal anak pertama, bossy suka nyuruh-nyuruh si adek (jadi inget saya waktu masih kecil hehe..) tapi sayang banget sama bundanya. Si kakak yang paling susah diajak foto bareng ini ย sangat ingin rambut keriwilnya di-smoothing, tapi baru boleh ama bundanya kalau udah SMP. Si kakak paling senang main internet, walaupun yang paling sering dibuka adalah facebook dan situs main barbie online (i forgot what the name was).

Beberapa hari belakangan ini si kakak suka pergi ke Jatiwaringin bersama temannya Tante Yuli. Pulangnya selalu malam, setelah makan malam. Om saya sampai nanya ke anaknya ini, “Udah kayak orang kantoran kamu kak, pergi pagi pulangnya malam“. Haha.. boleh juga. Saya saja sampai rumah selalu sebelum adzan. Si tante membalas, “masa yah waktu itu bunda lagi kerja.. eh si kakak chatting sama bunda nanya “bunda lagi apa?”. ya bunda jawab “lagi kerja”. bunda tanya “kakak lagi apa?” malah dijawab, “samaa.. aku lagi kerja””. hahaha.. bocah kelas 5 SD (naik kelas 6 SD) saja sudah kerja, saya malah baru kerja praktek hahaha.. Selidik punya selidik, ternyata ada permainan di facebook yang bisa meng-hire orang-orang di friendlist kita buat kerja. Inin nih yang dimaksud si kakak dengan bekerja, di permainan dunia maya.

Bocah kedua panggilannya Si Adek, namanya Rehandzakwal. Rehand ini anak kedua yang kadang-kadang melawan saat disuruh-suruh si kakak, tidak heran mereka sangat sering berantem walau pada akhirnya rehand harus mengalah. Si adek paling senang main playstation, di rumah sendiri atau di rumah temannya. Saat tidak ke kantor, saya pasti terusir dari kamar, karena si adek mau main playstation (di rumah om saya ini saya tidur di kamar si adek. karena si adek belum berani tidur sendiri, dia selalu tidur bersama si kakak di kamar si kakak. sehingga kamar yang saya tempati ini selalu kosong dan hanya dipakai saat si adek main playstation).

Mereka berdua lucu sekali. Secara perawakan benar-benar berbeda, si kakak sangat mirip ayahnya, juga sifat si om yang tidak banyak bicara. Si adek sangat mirip bundanya, juga sifat si tante yang lincah.

Saya, Salsa, Muti

Saya, Salsa, Muti



Gaya kalem dan gaya gila. Coba tebak mana yang lebih dewasa?

Haha ๐Ÿ™‚

So I Guess This Is Me…

27 Mar

untuk yang sedang keranjingan kuis-kuis di facebook mungkin pernah ikut kuis-kuis seperti yang saya ikuti. ada banyak yang baru-baru ini saya ikuti. seperti “Apakah fakultas kamu di itb“, “Apakah tipe golongan darah kamu“, “Apa warna kamu“, blablabla. Kuis yang paling saya sukai untuk ikuti adalah kuis-kuis kepribadian. Tidak tau kenapa.. Bukan berarti saya terlalu tertarik pada diri sendiri.. Bukan begitu saya rasa. Justru karena saya ingin mempelajari dan menggali diri saya lebih jauh lagi…

Ada yang bilang “Yang paling tau seseorang ya dirinya sendiri“.. Saya kurang mendapat bukti dari perkataan ini. Karena nyatanya… saya tidak bisa menilai diri saya itu seperti apa. Eh tunggu.. mengetahui dan menilai diri sendiri itu beda atau sama yaa?


Beberapa hasil kuis yang saya ikuti di facebook:

Kuis: Which Colour Is Your Aura

Kuis: Which Colour Is Your Aura

Kuis: Tipe Kepribadian Kamu Sanguinis, Koleris, Plegmatis, atau Melankolis?

Kuis: Tipe Kepribadian Kamu Sanguinis, Koleris, Plegmatis, atau Melankolis?

Mungkin post saya kali ini bisa menjawab post saya pada Which Kind of Person Are You. Asumsikan penjelasan kuis di facebook itu benar dan valid semua yaa



Sebenarnya ada satu lagi kuis di facebook yang saya ikuti. Saya lupa nama kuisnya apa, saya lupa juga untuk men-save kuis itu.. Yang saya ingat hasil kuis itu introvert, extrovert, atau ambivert *yang ini agak ketebak sebenarnya karena pihan jawabannya hanya ada tiga haha*. Nah hasil kuis itu saya berkpribadian ambivert


Ini Si Katak

Ini Si Katak

Pernah dengar apakah itu?ย  Saya tidak.. Membacanya kata ambivert membuat otak saya error karena yang terbayang adalah katak (baca: amphibi).. Ampuni ketidaktahuan saya yaa.

Saya tidak suka kalau tidak mengetahui sesuatu yang seharusnya bisa saya ketahui. Jadi saya googling kata ambivert dan dialihkan ke ambiversion oleh wikipedia… Untuk kamu yang ingin tau ambivert itu apa, atau hasil kuis di facebooknya (jika ikut) ambivert juga, atau cuma sekedar iseng baca blog ini.. ternyata si ambivert yang mirip nama-nama istilah di pelajaran biologi sma dulu (amphilitik… eh ada tidak sih ini? ngasal… hahaha) adalah:

“Ambiversion is a term used to describe people who fall more or less directly in the middle and exhibit tendencies of both groups. An ambivert is normally comfortable with groups and enjoys social interaction, but also relishes time alone and away from the crowd.”-Wikipedia

Kalau menerjemahkan penggalan di atas ambivert itu nyaman dalam lingkungan (interaksi) sosial, tapi juga kadang-kadang menyendiri dan mejauhi keramaian. hei… bukankah ini tipe kepribadian melankolis?

Kenapa jadi redundant yaa…

anak jurusan mana

25 Feb

di suatu kelas seorang dosen hebat pernah berkata:

seorang sarjana teknik industri itu menghilangkan pemborosan. segala sesuatunya harus efektif dan efisien. kadang-kadang saking efisiennya tidak bisa dibedakan lagi antar irit dengan pelit...hahahaha ๐Ÿ™‚

percayalah..beliau benar-benar tertawa dengan tulus pagi itu. sesuatu yang menyenangkan hati. melihat orang lain tertawa (dan tersenyum juga sebenarnya) dari hatinya.

sebagai mahasiswa yang kuliah di jurusan yang dosen hebat itu katakan, saya merasakan keanehan pada diri saya? efektif? boleh dibilang begitu. tapi efisien? hohohohoo… nampaknya saya jauh dari kedua kategori tersebut.

tanyakan saja pada teman saya jika saya menjadi navigator dalam mobilnya saat kami hendak ke suatu tempat yang samar-samar saya tahu. tidak nyasar memang. tapi… belok-belok kemana-mana dulu kalau ditunjukin jalan sama nadia sii ga bakal nyasar emang. tapi sabar aja..belok-belok dulu paling.” yah saya akui itu ๐Ÿ˜€ tapi kalau boleh membela diri… itu karena saya hanya mengetahui samar-samar tempat yang dituju. harap maklum teman.. apalagi selama ini saya hanya naik angkot kalau keliling kota tercinta ini. kalaupun naik mobil itupun disetirin orangtua karena saya masih belum punya SIM untuk bisa bawa mobil sendiri.

bukti lain ketidakefisienan saya adalah buruknya manajemen keuangan yang saya miliki. tanyakan pada ibu dan ayah saya yang sudah menyerah dalam menghadapi saya meminta duit tapi belum menyerah untuk tetap menasehati saya. saya tahu dengan sangat bahwa mencari uang itu tidak mudah. bahwa uang itu berharga. tapi dalam prakteknya… lebih mudah untuk menggunakan uang daripada mencarinya. maka beginilah saya.. hidup makmur saat baru terima uang. dan sangat melarat saat si uang di tangan sudah sekarat.

masih mau percaya saya kuliah di jurusan yang kalau di singkat suka banyak orang mengira sama dengan teknik informatika?

tanyakan saja pada kuis “Apakah fakultasmu di ITB?” yang saya ikuti di facebook. padahal saya mengikuti kuis di situs pertemanan tersebut dua kali dan menjawab sepenuh hati. Dan hasilnya… saya anak FTTM (fakultas teknik tambang dan perminyakan – CMIIW). kuis laknat yang tidak akurat. semoga saja *penghiburan diri si anak salah jurusan…*. besar pengharapan saya kuis tersebut tidak akurat karena teman saya yang benci teknik informatika malah dibilang anak Sekolah Teknik Elektro dan Informatika. HAHAHA

okeoke..atau bahkan saya pernah dianggap anak fakultas seni rupa dan desain oleh mas2 penjual baju. pede banget lagi si mas nanyanya “neng kuliah dimana? seni rupa yaa?“. haha sial… bisa aja nih si mang-nya. kebetulan emang waktu beli baju tersebut saya rada kucel dan berantakan. ya iya lah.. ngapain juga rapi-rapi dandan. kayak mau ketemu siapa saja. mana waktu itu saya lagi jalan sama ibu saya kan… hehehe

atau tanya pada mas-mas seni ukir cincin di malioboro jogja. waktu saya tanya “mas bagus ga nih cincinnya? cocok ga sama saya?”. si mas-nya malah jawab “wah mbak.. seni itu kan tidak ukuran bagus atau jeleknya. itu masalah selera mbak”. hoo gitu toh.. eh tapi si mas-nya ngomong lagi mbak suka seni toh? kuliah ya mbak?“. iya mas saya kuliah. tapi lagi liburan sih itu ke malioboronya hehe. “mahasiswa jurusan seni ya mbak?”.


ternyata memang banyak orang-orang sotoy di dunia ini ๐Ÿ˜€