Tag Archives: data

Back-Up Handphone dengan Google Snyc

20 Sep

Pernahkah kamu kehilangan semua daftar kontak (Contact List – Eng.) di handphone kamu?

Saya pernah. Berdasarkan pengalaman saya, kehilangan semua daftar kontak di handphone itu hanya setingkat rasa kehilangan di bawah kehilangan handphone itu sendiri. Istilahnya, kehilangan seperempat nyawa :p

Saya masih ingat bagaimana senangnya saya saat memiliki handphone Symbian pertama saya, Nokia 5350 (kelas 1 SMA). Sejak saat itu, saya selalu menyimpan daftar kontak di memori telepon. Harap maklum, handphone pertama saya memori teleponnya sangat sedikit, dan sering kali memenuhi kelebihan memori. Jadi saya memilih untuk tidak menyimpan daftar kontak di memori telepon (untuk baca ceritanya klik disini).

Kebiasaan menyimpan daftar kontak di memori telepon berlanjut sampai dengan sekarang. Kalau ternyata kebetulan mendapat rezeki handphone baru, biasanya daftar kontak di memori telepon di pindahkan ke memori kartu, baru kemudian di simpan di memori telepon handphone yang baru. Saya yakin semuanya sudah fasih mengenai hal ini :)

Kebiasaan itu tidak berubah sejak saya memiliki handphone Nokia yang bisa di back-up data-datanya melalui Nokia PC Suite (saat itu Nokia 3660). Melalui software ini kita bisa menyimpan data-data handphone kita, seperti daftar kontak, kalender, pesan, gambar, musik, video, dan lainnya di komputer. Intinya, memori kontak di sim card saya selalu kosong.

Petaka datang selama setahun kemarin saat handphone Nokia N70 saya sering rusak. Semua data hilang, tidak terkecuali daftar kontak. Untungnya, saya sudah memback-up data-data tersebut di komputer. Malangnya, kerusakan handphone tersebut harus membuat saya mengganti handphone. Tidak punya uang, terpaksa beli handphone Ti-Phone E88 (downgrade).

Saat membeli handphone tersebut, saya sadar saya bertaruh sangat besar mengenai kualitas handphone tersebut. Dan ternyata.. memang tidak bisa diandalkan. Handphone keluaran China tersebut ternyata juga sering rusak, yang membuat saya terpaksan mengganti handphone lagi. Masih tidak punya uang, terpaksa beli handphone Nokia 3230 (another downgrade).

Transisi dari Nokia N70 – Ti-Phone E88 – Nokia 3230 praktis membuat saya tidak bernyawa. Karena.. saya tidak bisa mengupdate daftar kontak di handphone melalui kabel data. Harus dilakukan manual, ketik satu-satu. Apesnya, setelah hanya rajin memindahkan sebagian kontak ke Nokia 3230, laptop saya CRASH. teng tong.

Bodohnya, saat itu daftar kontak hasil pindahan melalui kabel data dari Nokia N70 ke komputer, masih tersimpan di default file transfer. Benar sekali, di drive C! Dan percaya atau tidak, beberapa minggu setelah itu, Nokia 3230 saya yang rusak, mati total. Benar-benar tidak bisa dihidupkan sama sekali. Haha. Sudah jatuh, tertimpa tangga, ketiban reruntuhan, ada bom, meledak.

Sejak saat itu, saya menyimpan daftar kontak saya di Google Server melalui Google Sync. Jadi, daftar kontak saya akan tetap tersimpan aman kalaupun handphone ataupun laptop saya rusak. Setiap ada daftar kontak baru, di-sync. Kalau butuh daftar kontak yang lama, juga tinggal di-sync saja.

Kalau handphone kamu Symbian S60 3rd edition, silahkan ikuti langkahnya disini jika ingin mencoba. Klik disini jika handphone kamu memiliki sistem operasi selain Symbian S60 3rd edition (Symbian lainnya, iPhone, Blackberry, Windows Mobile, dan lainnya).

Selamat mencoba!

KP oh KP [9]: penolakan sangat mungkin terjadi

24 Jun
Sabtu kemaren mama datang ke bekasi, jadi saya di rumah om saja seharian. Sabtu maghrib mama pulang, saya sendirian lagi di kamar. Minggu diajak om saya dan keluarganya ke Jakarta Convention Center (JCC) untuk melihat pameran komputer, om saya ingin membeli laptop baru ternyata. Sepulangnya dari JCC kami menjemput Paul [si Belanda yang sedang liburan di Indonesia, yang sudah menjadi teman keluarga besar saya sejak saya masih bayi] dan Heyn [orang Indonesia temannya Paul] lalu makan di Grand Indonesia. Kemudian melihat si air mancur menari yang kalau menurut saya masih belum ada apa-apanya dibanding yang di Pulau Sentosa, Singapura.
Sepulangnya dari jakarta tentunya saya pusing lagi sesampainya di bekasi rumah om saya. Panadol benar-benar menjadi teman saya dalam beberapa hari belakangan ini. Untungnya senin pagi saya sudah agak mendingan, walaupun memutuskan tidak masuk kantor [bolos kerja hari kedua]. Pilihan untuk tidak datang ke kantor hari ini saya ambil, karena saya ingin mengolah data dari video yang sudah saya ambil. Pengolahan data ini sebenarnya simpel saya, hanya mendefinisikan elemen gerakan setiap operator dan berapa waktunya [mohon diingat ada 18 operator dengan 22 elemen kerja]. Tetapi kegiatan ini membutuhkan konsentrasi tinggi yang tidak akan mungkin saya dapatkan mengingat kondisi ruangan TDR-3 akhir-akhir ini yang sangat sering dipakai untuk rapat. belum lagi fans-fansnya si norvel yang keluar masuk ruangan.
Karena itu, hari senin saya tidak masuk kerja demi mengolah data dengan menitip pesan pada si norvel untuk disampaikan ke kantor. Berhubung banyak sekali elemen gerakan yang harus didefinisikan, belum lagi video mengambil data perakitan produk sebanyak 5 kali, maka hari selasa pun saya tidak masuk kerja [bolos kerja hari ketiga], demi menyelesaikan si pengolahan data. Percayalah, saya benar-benar mengerjakan sepenuh hati, tidak keluar kamar kecuali untuk makan itupun setelah diingatkan si mbak.
Maka saat saya masuk kantor pagi ini, dengan semangat 45 mendatangi pembimbing saya meminta persetujuan beliau atas pengolahan data yang telah saya lakukan, yang saya dapatkan adalah kekecawaan. Kecewa karena menurut pembimbing saya pengolahan data yang saya lakukan kurang lengkap, kurang detail. Bahkan ada beberapa video yang harus diulang. Seketika itu juga dunia saya menjadi runtuh (lebay..), semangat saya menghilang, dan dunia saya menjadi muram. Sayup-sayup saya dengar penjelasan pembimbing saya dan yang saya pikirkan hanyalah “sia-sia gw ga masuk kerja sampai ketahuan ketua bagian produksi pabrik media LGEIN (sebut saja Pak B)”.
Dan disinilah saya, di ruangan TDR-3 bermalasan-malasan, kehilangan semangat dan gairah untuk melanjutkan pengolahan data… Tenang saja kawan, saya tidak serendah itu. Saya hanya butuh waktu untuk mencerna ini semua, waktu untuk diri saya tenggelam sementara, dan kemudian saya akan melompat ke permukaan bersiap untuk menjadi diri saya seperti biasa. Tidak akan butuh waktu yang lama kok tenang saja..
Jadi penolakan itu sangat mungkin terjadi, yang membedakan adalah apa yang kita lakukan setelahnya

Sabtu kemaren mama datang ke bekasi, jadi saya di rumah om saja seharian. Sabtu maghrib mama pulang, saya sendirian lagi di kamar. Minggu diajak om saya dan keluarganya ke Jakarta Convention Center (JCC) untuk melihat pameran komputer, om saya ingin membeli laptop baru ternyata. Sepulangnya dari JCC kami menjemput Paul [si Belanda yang sedang liburan di Indonesia, yang sudah menjadi teman keluarga besar saya sejak saya masih bayi] dan Heyn [orang Indonesia temannya Paul] lalu makan di Grand Indonesia. Kemudian melihat si air mancur menari yang kalau menurut saya masih belum ada apa-apanya dibanding yang di Pulau Sentosa, Singapura.

Sepulangnya dari jakarta tentunya saya pusing lagi sesampainya di bekasi rumah om saya. Panadol benar-benar menjadi teman saya dalam beberapa hari belakangan ini. Untungnya senin pagi saya sudah agak mendingan, walaupun memutuskan tidak masuk kantor [bolos kerja hari kedua]. Pilihan untuk tidak datang ke kantor hari ini saya ambil, karena saya ingin mengolah data dari video yang sudah saya ambil. Pengolahan data ini sebenarnya simpel saya, hanya mendefinisikan elemen gerakan setiap operator dan berapa waktunya [mohon diingat ada 18 operator dengan 22 elemen kerja]. Tetapi kegiatan ini membutuhkan konsentrasi tinggi yang tidak akan mungkin saya dapatkan mengingat kondisi ruangan TDR-3 akhir-akhir ini yang sangat sering dipakai untuk rapat. belum lagi fans-fansnya si norvel yang keluar masuk ruangan.

Karena itu, hari senin saya tidak masuk kerja demi mengolah data dengan menitip pesan pada si norvel untuk disampaikan ke kantor. Berhubung banyak sekali elemen gerakan yang harus didefinisikan, belum lagi video mengambil data perakitan produk sebanyak 5 kali, maka hari selasa pun saya tidak masuk kerja [bolos kerja hari ketiga], demi menyelesaikan si pengolahan data. Percayalah, saya benar-benar mengerjakan sepenuh hati, tidak keluar kamar kecuali untuk makan itupun setelah diingatkan si mbak.

Maka saat saya masuk kantor pagi ini, dengan semangat 45 mendatangi pembimbing saya meminta persetujuan beliau atas pengolahan data yang telah saya lakukan, yang saya dapatkan adalah kekecawaan. Kecewa karena menurut pembimbing saya pengolahan data yang saya lakukan kurang lengkap, kurang detail. Bahkan ada beberapa video yang harus diulang. Seketika itu juga dunia saya menjadi runtuh (lebay..), semangat saya menghilang, dan dunia saya menjadi muram. Sayup-sayup saya dengar penjelasan pembimbing saya dan yang saya pikirkan hanyalah “sia-sia gw ga masuk kerja sampai ketahuan ketua bagian produksi pabrik media LGEIN (sebut saja Pak B)”.

Dan disinilah saya, di ruangan TDR-3 bermalasan-malasan, kehilangan semangat dan gairah untuk melanjutkan pengolahan data… Tenang saja kawan, saya tidak serendah itu. Saya hanya butuh waktu untuk mencerna ini semua, waktu untuk diri saya tenggelam sementara, dan kemudian saya akan melompat ke permukaan bersiap untuk menjadi diri saya seperti biasa. Tidak akan butuh waktu yang lama kok tenang saja..

Jadi penolakan itu sangat mungkin terjadi, yang membedakan adalah apa yang kita lakukan setelahnya

KP oh KP [4]: topik kape meresahkan hati

10 Jun
nico 34353156

Perusahaan yang saya pilih untuk menjadi tempat saya kape adalah PT. LG Electronics Indonesia [selanjutnya disingkat dengan LGEIN]. Kabar terbaru adalah saya menolak Chevron. Apakah saya bangga pernah berkesempatan menolak tawaran kape dari Chevron? Tidak. Saya sedih, sangat sedih sekali. Saya sangat ingin bisa kape di perusahaan berinisial C tapi kelas dunia itu. Saya bisa dengan sombongnya menolak kape di C adalah karena saya hanya akan ditempatkan di tim HR (Human Resources), harap dicatat tanpa mentor yang mendampingi saya selama kape. Bagaimana mungkin saya bisa bertahan kape tanpa mentor? Apalagi di bidang yang bukan merupakan ketertarikan saya.

Jadi disinilah saya di ruang TDR-3 LGEIN duduk di kursi sambil memandangi laptop [yaa begitulah.. saya tidak difasilitasi dengan komputer oleh perusahaan sehingga harus membawa komputer pribadi], diapit oleh si norvel dan seorang karyawan bagian produksi LGEIN [sebut saja dengan Pak D]. Doakan saya mendapat pencerahan mengenai topik kape hari ini agar saya tidak perlu menatap kosong layar komputer lebih lama lagi. Perlu diketahui, hari ini hari ketiga saya kape di LGEIN dan sudah 2 kali topik kape saya ditolak oleh sang pembimbing.

Apakah saya terlalu tergesa-gesa dalam menentukan topik kape? Saya tidak tahu. Tapi yang terjadi di LGEIN adalah sejak hari pertama saya dan si norvel sudah ditagih oleh bapak-bapak disini mengenai topik kape kami, bahkan rincian kegiatan yang akan dilakukan setiap hari, lengkap dengan data yang dibutuhkan. Wow..? Apakah mereka begitu bersemangatnya menyambut saya dan si norvel kape di LGEIN? Sepertinya tidak, memang begitulah prosedurnya. Jadi otak saya harus berpikir cepat menentukan apa yang akan menjadi topik kape saya.

Inilah kelemahan menjalani kape di perusahaan yang tidak memiliki kurikulum untuk mahasiswa yang kape di perusahaan tersebut. Jika tidak memiliki rencana atau tidak dapat mengidentifikasi masalah yang terjadi di perusahaan yaa… silahkan berbingung ria. Karena perusahaan benar-benar membebaskan mahasiswa untuk melakukan kegiatan apapun, mencari data apa saja dengan cara apapun. Pembimbing pun tidak bisa dimanfaatkan begitu saja karena jika kita menghadap pembimbing dengan tangan hampa maka pembimbing tidak bisa membantu apa-apa. Karena pembimbing sifatnya mengarahkan, bukan memberikan.

Berpikir ulang untuk kape di LGEIN? Hmm… nanti dulu. Ini baru hari ke-3 kawan ;)

read also norvel’s story 1st day 2nd day 3rd day

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 106 other followers