Karimun Jawa [1]: Thank God, I’m Alive

30 Nov

Enggak, kali ini saya enggak hiperbola. Tapi beneran bersyukur saya bisa balik ke Jakarta tanpa harus dibungkus dalam kantong mayat.

Waktu itu, saya agak deg-degan juga diajak BF ke Karimun Jawa bareng teman-temannya. Karena, enggak jarang saya dengar berita di tv mengenai wisatawan Karimun Jawa yang pulang dalam kantong mayat karena nekat diving saat Laut Jawa lagi bergelombang.

Tips ke Karimun Jawa: Cek ke agen perjalanan apakah bulan yg ingin dikunjungi merupakan waktu yg aman. Liburan ke pantai enggak seru kalau tanpa snorkeling. Baca di sini untuk tau bulan yang aman ke Karimun Jawa.

Enough with death story, karena Karimun Jawa baguuuss banget jadi tujuan wisata. Benar-benar bikin fresh, enggak mikirin kerjaan (haha!) atau soal kematian sama sekali. Bisa snorkeling, main banana boat, mengunjungi penangkaran hiu, berjemur di pantai, atau naik bukit juga bisa.

Difoto menggunakan Underwater Camera milik Agen Perjalanan

Tips berfoto underwater: Jangan lupa siapkan remah2 roti setiap kali akan snorkeling di laut apalagi ingin berfoto underwater. School of fish tidak akan segan2 mendekati kita kalau kita berbaik hati menebar remah2 roti di laut😉

Karimun Jawa tidak hanya menawarkan wisata pantai. Di sana ada hutan mangrove yang bisa dikunjungi kalau kita bosan melihat hutan di dasar laut. Ada Flower Hills alias taman bunga di puncak bukit dengan view laut. Juga ada Bukit Jokotuwo alias bukit sakti yang menyimpan fosil ikan raksasa dan tasbih raksasa di puncaknya.

IMG_2074.JPG

Difoto menggunakan iPhone 5s dari atas Bukit Jokotuwo, Pulau Karimun Jawa, Indonesia

Jangan lupa pakai sunblock apapun jadwal kegiatan di hari itu. Yang membuat kulit saya lebih gelap sepulang dari Karimun Jawa bukan karena puas snorkeling 2 harian, tapi karena enggak pakai sunblock di hari terakhir waktu menjelajah keliling pulau naik motor.

Tips ke Karimun Jawa: Selalu pakai sunblock saat mau jalan keluar dari penginapan, walaupun hanya untuk belanja cemilan ke warung sebelah. Matahari di tengah pulau biasanya lebih ganas daripada matahari di daratan.

Mesti rajin nabung biar bisa jalan2 lagi nih. Yuk ah🙂

2 Responses to “Karimun Jawa [1]: Thank God, I’m Alive”

  1. Novroz November 15, 2014 at 10:36 am #

    Wah penasaran sama Death storynya…smp sebegimananya.
    Udah dgr banyak ttg Daerah ini tapi belum sempet kesana. One day.

    Hehehe ternyata Nadia seneng ngetrip juga toh

  2. yoan sulistyo November 21, 2014 at 8:00 pm #

    Lama ga kedengeran kabarnya, cuma ketemu lewat blog walking. And hei, you’re way of writing changes a bit!
    Ketemuan yuuukk! I lost your number!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: