Dieng: Negeri di Atas Awan

10 Sep

Lahir dan besar di dataran rendah membuat saya selalu menantikan liburan ke gunung. Dingin, sejuk, udaranya masih fresh. Ajakan weekend gateaway dari BF kali itu naik gunung ke Dataran Tinggi Dieng bareng rombongan backpacker Bandung, pucuk dicinta ulam tiba.

Jarang-jarang saya naik gunung yg beneran naik gunung. Trekking dari kaki gunung, bawa carrier berisi baju dan makanan sendirian ke atas gunung tanpa porter, berkemah di tenda, mengejar sunrise dari puncak gunung. Benar-benar lifetime experience.

Jumat siang rombongan berangkat dari Jakarta. Sabtu subuh sampai di Wonosobo. Sarapan dan istirahat sejenak sambil menunggu waktu yg tepat untuk melanjutkan perjalanan ke Dieng agar bisa sampai di Puncak Sikunir sore hari. Selesai mendirikan tenda, waktunya mengejar matahari sore.

Malam hari dipergunakan sebaik-baiknya untuk tidur. Selain karena capek sudah berjalan jauh seharian, juga karena mesti bangun subuh esok harinya kalau mau mengejar matahari pagi.

Tips ke Dieng: Jangan tidur di penginapan, coba rasakan sensasi tidur di tenda. Pengalaman rombongan lain yg tidur di penginapan, selain kurang aman karena baru trekking tengah malam buta ke puncak Sikunir, juga tidak akan bisa dapat spot bagus untuk berfoto sunrise saking banyaknya orang.

Teman saya sudah berkali-kali kembali ke Dieng, dalam bulan yg berbeda, berkemah di puncak yg berbeda. Bagi teman saya, Dieng adalah rumahnya, Negeri di Atas Awannya. Saya akui, pemandangan dari Puncak Sikunir memang bagus banget, sunset ataupun sunrise. Dibawah matahari ataupun di bawah bintang dan bulan.

IMG_2091.JPG
Foto diambil dari Puncak Sikunir, Dataran Tinggi Dieng, Indonesia

Home is not where the house is, home is where the heart is. She sets her heart to Dieng. I fancy Dieng, but it isn’t my home. I’m gonna find my own Negeri di Atas Awan. What about you?

One Response to “Dieng: Negeri di Atas Awan”

  1. Novroz November 15, 2014 at 10:09 am #

    Love the closing phrase🙂

    Belum sepmet ke Sindoro n Sumbing nih. Pengen bgt padahal. Waktu ke Dieng cuma ke Sikunir aja dan ga terlalu wah pemandangannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: