Berkat Guru-guruku

8 Nov

Pagi itu aku bangun dengan sedikit rasa takut, karena hari itu adalah hari terakhirku mengikuti ujian nasional sebagai anak SD. Tidak peduli seberapa menyeramkan pemberitaan di televisi mengenai ujian nasional di daerah-daerah lain di nusantara, aku mempunyai keyakinan diri pasti bisa lulus. Keyakinan itu aku dapatkan karena adanya dukungan dari guru-guru di sekolahku. Dalam bentuk apa? Selain dari tak lelah dan semangatnya mereka mengajariku selama 6 tahun ke belakang, tetapi juga karena mereka membantuku selama 3 hari ujian nasional itu.

Bantuan mereka yaitu dengan cara mendistraksi ketatnya pengawasan guru-guru dari SD lain yang bertugas sebagai pengawas ujian nasional di sekolahku. Harap maklum, guru-guru tersebut sedikit mencemburui SD-ku yang dari tahun ke tahun selalu bisa mencetak anak-anak murid dengan NEM tertinggi di daerah kamu. Bukannya, aku dan teman-teman sebagai peserta ujian akan berbuat curang. Akan tetapi kami yang sudah dibawah tekanan ketika mengerjakan ujian nasional, tidak membutuhkan adanya tekanan tidak perlu dari pihak lain, untuk bisa lulus dengan cemerlang. Hanya agar kami bisa lebih rileks dalam mengerjakan soal-soal ujian.

Dalam suasana yang sama 3 tahun kemudian, aku bangun dengan lebih optimis di hari terakhirku mengikuti ujian nasional sebagai anak SMP. Tetap mengikuti ujian nasional di sekolah unggulan di daerahku, guru-guru pengawas yang mengawasiku dan teman-teman mengikuti ujian nasional lebih bersahabat dibanding saat yang sama 3 tahun sebelumnya. Walaupun guru-guru pengawas tersebut juga guru-guru dari SMP yang berbeda, kebetulan salah seorang temanku merupakan anak kandung salah seorang guru pengawas tersebut. Alhasil, suasana mengerjakan ujian nasional lebih menyenangkan. Karena pastinya, guru pengawas tersebut ingin anaknya pun lulus dengan gemilang dari jenjang pendidikan SMP. Menyenangkan dalam artian, tidak ada guru pengawas sok galak yang berdehem keras setiap kali ada murid yang meregangkan badan karena pegal mengerjakan soal-soal ujian.

Sumber Gambar

6 tahun yang lalu, kembali aku menjalani ujian nasional, kali itu sebagai anak SMA. Walaupun aku bersekolah di SMA di daerah yang berbeda dengan SD dan SMP –ku berada, tapi guru-guru di SMA-ku juga benar-benar memikirkan anak-anak didiknya. Tidak hanya ketika ujian nasional sudah dekat saja, tapi dari jauh-jauh hari. Dari sejak hari pertama aku dan teman-teman menginjakkan kaki di sekolah. Mereka meminta kami belajar dengan rajin, mereka meminta kami mengikuti kegiatan ekstra kurikuler di sekolah (ataupun luar sekolah) agar bisa bergaul dengan lingkungan di sekitar, mereka juga meminta kami untuk mengambil les-les tambahan di luar sekolah, jika memang menarik minat kami dan kami butuhkan.

Dan ketika ujian nasional tiba, permintaan mereka hanya satu, agar aku dan teman-temanku tidak menganggap ujian nasional sebagai beban. Karena ujian nasional hanyalah sebagai evaluasi belajar selama di SMA. Bahwa aku dan teman-temanku harus lebih memikirkan ujian saringan masuk universitas yang jaraknya tidak jauh dari ujian nasional, karena ujian masuk itulah yang menentukan masa depan kami sebagai siswa, akan menjadi mahasiswa di mana kami nantinya.

Berbicara sebagai mantan siswa yang sudah melewati fase mahasiswa dan menjadi pekerja di masa sekarang, mungkin ada benarnya perkataan guru SMA-ku saat itu. Gagal ujian nasional, masih bisa ikut ujian ulangan di kejar Paket A atau Paket B. Keduanya juga bagian dari program pendidikan pemerintah, sehingga tidak membuat kredibilitas keduanya menjadi nihil. Teman saya yang gagal ujian nasional tapi berhasil lulus ujian masuk universitas bergengsi di Bandung, ikut ujian nasional ulangan di Paket A, mengikuti kuliah dengan baik di universitas, dan sekarang sudah bekerja di salah satu perusahaan nasional di Jakarta.

Aku ada di titik kehidupanku saat ini adalah berkat guru-guruku di sekolah, tidak pernah sedikitpun rasa hormatku berkurang kepada seorang guru. Menjadi guru berarti harus dapat mendidik anak murid dengan baik, karena itulah hakikat kerjanya seorang guru. Menjadi guru, alangkah baiknya jika juga bisa menjadi inspirasi dan salah satu sumber motivasi murid-murid di sekolah untuk menjadi lebih baik lagi di masa datang.

5 Responses to “Berkat Guru-guruku”

  1. tingtong November 8, 2012 at 10:56 pm #

    bagi infonya dong cara pasang banner IDberkibar gmn yaahh…

    • nadiafriza November 9, 2012 at 9:29 am #

      Berhubung pake wordpress, kalau saya sih tinggal insert gambar aja masmbak, dengan sumber gambar url: ini.
      Mau ikutan lombanya juga? Good luck!🙂

  2. lunaticmonster November 15, 2012 at 2:06 pm #

    nice word,terus terang saya suka sekali baca-baca persoalan persekolahan atau pendidikan gitulah, sebenarnya pendidikan dasar itu menurut saya bukan jaminan kita bakalan jadi apa, tapi merubah setidaknya pola pikir dan kreatifitas kita, mau jadi apapun atau mau kemanapun,

    btw soal guru, ada baiknya guru tersebut gak hanya ngajarin ilmu juga, tetapi sebagai sahabat bagi murid – murid, guru harus tau bakat minat muridnya, jangan di pukul rata, gak semua anak suka sama ahli matematika, juga harus di dorong dan di support buat mereka yang punya jiwa seni atau estetik, jangan toh hanya di gambarin kalau lulus jadi pegawai negeri atau swasta aja, banyak sekali gambaran kehidupan yang bisa di tanamkan buat anak – anak didik agar lulusanya bisa jadi apa saja sesuai bakat dan minatnya…..

  3. gingerbreadandtea December 13, 2012 at 10:39 am #

    jadi kangen masa-masa sekolah wajib.. terutama waktu SMA yang sama banget gurunya ngerti murid-muridnya dan mempersiapkan juga memotivasi kita buat ujian nasional.. nice post! semoga menang nad ^^

  4. pulsa February 12, 2013 at 11:17 pm #

    pendidik adalah cerminan para muridnya, so, hidup guru !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: