Pejuang Garuda di Dadaku

19 Dec

Piala AFF kali ini dibarengi dengan kehebohan berita naturalisasi pemain Indonesia, Christian Gonzales dan Irfan Bachdim. Terlepas dari pro dan kontra bahwa naturalisasi hanyalah jalan pintas serta keraguan terhadap nasionalisme pemain naturalisasi, mereka berdua sangat dielu-elukan masyarakat Indonesia. Apalagi momen tersebut bersamaan dengan membaiknya prestasi tim nasional. Apakah berarti “pemain asing” lebih baik daripada “pemain lokal”?

Pada pertandingan pertama semifinal, Indonesia yang hanya mempunyai 2 orang pemain naturalisasi dapat mengadalahkan Filipina yang memiliki 9 pemain naturalisasi. Sadarkah kita? Ini sepakbola! Olahraga yang membutuhkan kolektifitas tim, tidak hanya skill individu pemain-pemainnya. Walaupun Gonzales dan Bachdim mempunyai peran yang besar pada keberhasilan timnas di pertandingan-pertandingan sebelumnya, pemain lain pun memiliki peran yang sama besarnya.

Mengenai naturalisasi pemain sepakbola, sudah pernah saya singgung sedikit disini. Sebagai pendukung naturalisasi atlet (tidak hanya cabang olahraga sepakbola) dengan catatan pembinaan sejak dini di Indonesia lebih ditingkatkan lagi, saya mendukung Nurdin Halid harus tetap mundur dari jabatannya. Catatan baik prestasi Indonesia bukan berarti sebuah alasan bagi beliau untuk tidak mundur dari jabatannya. Sir, you’re still a criminal suspect.

*

Kehebohan berita naturalisasi pemain ini kalau dilihat lebih jauh ternyata hanyalah milik seorang pemain naturalisasi, Bachdim. Mungkin karena ini adalah tahun pertamanya di Indonesia dan bisa langsung masuk ke tim nasional, mengingat Gonzales sudah sangat dikenal oleh publik Indonesia. Ditambah lagi, Bachdim memiliki kharisma tersendiri dimata penonton wanita.

Antusiasme terhadap prestasi timnas dan ketertarikan publik pada pemain timnas secara berlebihan inilah yang merisaukan pelatih tim nasional, Alfred Riedl. Pemberitaan yang berlebihan ditakutkan dapat merusak konsentrasi pemain. Termasuk di dalamnya wawancara (bahkan bukan untuk progam olahraga), peliputan saat latihan, pemberitaan pemain secara komersil, dan lainnya.

Masih ingat iklan, “mau tau keseharian [seleb Indonesia idola kamu]? ketik Reg <spasi> [seleb Indonesia idola] ya” yang sempat bergentayang di saluran televisi Indonesia. Bachdim, si idola baru, pun sudah bisa kamu ketahui kesehariannya :)) (klik disini). Either he thinks he acts like Beckham does the way Bambang Pamungkas sees him (click here) or he really does understand that football is indeed an industry.

Saat konsentrasi pemain tidak lagi sepenuhnya pada pertandingan, pelatih boleh ketar-ketir. Termasuk suporter yang menaruh harapan sangat besar pada keberhasilan timnas di Piala AFF tahun ini. Masih ingatkah kamu Hidetoshi Nakata pernah diperingati oleh pelatih Philippe Troussier pada Piala Dunia 2002 karena lebih memikirkan model rambutnya ketimbang permainannya di lapangan? Itu sindiran, pasti.

Peliputan saat latihan oleh media pun bisa menjadi petaka. Konsentrasi pemain terganggu karena kehadiran media. Atau wartawan malah membocorkan keadaan tim di media, yang notabene adalah konsumsi publik, dan tidak menutup kemungkinan untuk dibaca oleh tim lawan. Padahal kalau di luar negeri, setiap tim harus menyiapkan intelijen handal untuk mengetahu keadaan tim lawan.

*

Sesuatu yang berlebihan itu tidak pernah baik.

Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menyerang siapapun. Tulisan ini hanyalah suara penggemar yang sangat senang dengan apa yang sudah berhasil dicapai tim nasional Indonesia di Piala AFF 2010 sampai dengan tahap sekarang. Sangat besar harapan saya bahwa tim nasional kita dapat kembali memenangkan pertandingan melawan Filipina nanti malam dan lolos ke babak final.

Semoga nama-nama yang disebutkan pada postingan kali ini dapat mencetak gol untuk Indonesia, tidak menutup kemungkinan bagi pemain tim nasional lainnya. Amin.

Doa kami bersamamu wahai pejuang Garuda. Jayalah terus Indonesiaku.

20 Responses to “Pejuang Garuda di Dadaku”

  1. volver December 19, 2010 at 2:17 pm #

    entar leg kedua kan ? SEMANGAT INDONESIAAAAAAAAAA

  2. adizone23 December 19, 2010 at 5:37 pm #

    apalagi infotaiment ikut latah memberitakan Timnas, dan terlalu lebay memberitakan seorang Irfan Bachdim.

    Semoga Indonesia menang melawan Philipina untuk pertandingan nanti malam.

    Maju Garuda…

  3. adizone23 December 19, 2010 at 5:49 pm #

    mungkin karena masyarakat Indonesia yang sudah rindu akan prestasi Timnas, maka banyak cara yang dilakukan salah satunya Naturalisasi, walaupun terkesan instan tapi sejauh ini cukup memberi dampak positif bagi Timnas

    kalo soal pemberitaan tentang Timnas sih kadang terasa berlebihan, apalagi Infotaiment yang ikut latah dan terkesan lebay memberitakan satu orang saja.

    tapi yang penting para pemain tetap Fokus
    Semoga Indonesia menang melawan Philipina nanti malam

    Maju terus GARUDAKU..

  4. @rosadicted to me December 19, 2010 at 10:50 pm #

    ahiy. update sekali mbak ini. dan saya sungguh-sungguh terharu dgn nama indonesia. baru nyadar, indonesia patut di perhitungkan juga yah?

  5. Asop December 20, 2010 at 6:11 am #

    Akhirnya berhasil ke final!😀

  6. Masbro December 20, 2010 at 7:25 am #

    Pantesan Gonzales nyumbang gol lagi. Lha wong namanya disebutkan di sini..
    Sukses buat Tim merah putih..!!

  7. arman December 20, 2010 at 10:28 am #

    lagi rame AFF ya di indo… moga2 menang ya indo!

  8. sky December 21, 2010 at 7:39 pm #

    well…sy juga mulai merasa kalau media mulai lebay lagi😀

  9. Tedy December 22, 2010 at 12:47 am #

    gool dari nurdin halid

  10. sikiky December 22, 2010 at 6:43 am #

    Maju terus tim merah putih!

  11. iam December 22, 2010 at 9:06 pm #

    Tapi gue harap jgn terlalu bnyk pemain naturalisasinya. Takut bibit2 Indonesianya ga dapet kesempetan >,<
    oiya, salam kenal🙂

  12. Zippy December 23, 2010 at 11:46 am #

    Sir, you’re still a criminal suspect.

    Hahhah..gue seneng kata2 lo!😀
    Bagaimanapun juga, dia emang harus mundur!

    Oh..ia, soal harga tiket final yang bakal naik 2x lipat, harus diperhatikan lagi tuh.
    Gileee aja, PSSI ngebet banget nyari duitnya.
    Kasian rakyat kecil yang pengen nonton tapi gak bisa karena tiketnya kemahalan😦
    Ntar yang ada, pada nekat melakukan kriminalitas hanya semata2 untuk beli tiket lagi😀

    Garuda di dadaku, garuda kebanggaanku!🙂

  13. Nur Ali Muchtar December 25, 2010 at 8:13 am #

    saya sangat setuju dengan pendapat situ tentang: Nurdin Halid harus mundur. ia korup dan telah mempolitisasi timnas saat ini.

    jujur saya sama sekali tidak khawatir dengan begitu wahnya pemberitaan di televisi mengenai timnas bersama para pemainnya. saya malah bersyukur seperti itu. dampaknya positifnya jaaaauuuuuuhhhhhhhh lebih banyak ketimbang dampak negatifnya.

    yang saya sayangkan justru politisasi timnas saat ini. jelang beberapa hari pertandingan final, para pemain malah dibawa ke sana sini untuk mengikuti acar seremonial oleh tokoh masyarakat. kita bisa melihat kejenuhan dari para pemain. terlihat pula wajah Riedl yang terus cemberut saat anak asuhnya seolah-olah menjadi boneka yang bisa dibawa kemana-mana. salah siapa? salah PSSI dengan ketuanya “NH” yang membiarkan itu terjadi. bisa jadi itu adalah ajang aji mumpung untuk mereka agar namanya kembali naik setelah sempat meredup karena terus mendapatkan teror dari masyarakat pencinta sepak bola kita. ahhhhh,, sedihnya hati ini.

    tapi sadarkah anda, masyarakat kita ini sebenarnya mirip anak kecil yang baru kenal dengan sepak bola? padahal, PSSI telah sekian lama ada. namun kita demikian bangganya dengan prestasi yang hanya se-Asian Tenggara itu. harusnya timnas ini sudah bicara se-Asia bahkan dunia mengingat usia timnas kita telah puluhan tahuuuuunnnnn lamanya.

    tapi, teruslah terbang wahai garuda!!

    maaf!!

    • nadiafriza March 4, 2011 at 5:42 pm #

      Why sorry? I’m glad to read such long comment.🙂 Thankies!

      Update-an terbaru: FIFA menolak pencalonan kembali NH. Semoga FIFA ga berubah pikiran deh.🙂
      Long live football in Indonesia!

  14. roni maulana December 26, 2010 at 3:24 pm #

    GARUDA didadaku…. KORUPSI diotaku…. Halah

  15. Fahmi December 28, 2010 at 7:19 pm #

    Maju terus Timnas,,saya yakin pasti bisa lawan Malaysia besok…

  16. ocky fajzar December 28, 2010 at 9:10 pm #

    “Sesuatu yang berlebihan itu tidak pernah baik” yeaah yeaaah hahah setuju😀 media terlalu membesar-besarkan. Kekalahan kemarin seperti pukulan keras. SEMANGAT!! semoga leg 2 kita bisa balas!!

  17. ichanx December 30, 2010 at 1:57 am #

    akhirnya kalah… tapi gpp lah, udah berjuang… #NurdinTurun

  18. MENONE December 30, 2010 at 4:47 pm #

    walaupun juara 2 menone ttp mendukungmu……………

  19. Gusti Anom December 12, 2011 at 10:31 am #

    blogwalking🙂 please visit my blog here

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: