Desember Abu Merah Jambu

12 Dec

Postingan pertama di bulan Desember. Sudah lama blog ini tidak saya update karena belakangan ini saya kebakaran jenggot harus ganti topik skripsi. Tidak bisa memakai sistem berjadwal karena memang saya kehabisan ide untuk menulis, mengingat otak saya diperas habis untuk memikirkan tugas akhir yang akhirnya sudah (kembali) semakin dekat dengan deadline ini.

Doakan saya bisa mengumpulkan draft skripsi tepat waktu ya teman๐Ÿ˜

Bersamaan dengan semakin menghangatnya topik pembicaraan mengenai wisuda antara saya dan teman-teman, mau tidak mau topik pendamping wisuda harus ikut tersinggung, eh disinggung.

Apakah kamu mau memberi kesempatan kedua pada masa lalu?

*

Teman saya dan pacarnya sudah menjalin hubungan sejak pertengahan tahun 2008. Hubungan mereka selama ini adem ayem seperti love birds setiap harinya walaupun sudah berbulan-bulan pacaran.

Petaka datang ketika si cewek lulus lebih dulu daripada si cowok, padahal mereka seangkatan. Ditambah lagi, si cewek saat ini sedang melanjutkan S2, sedangkan si cowok sedang berjuang dengan skripsinya. Kemajuan skripsi si cowok sangat lambat, sehingga disangsikan oleh orang-orang terdekat bahwa si cowok bisa lulus April tahun depan.

Lucunya, yang kebakaran jenggot adalah orangtua si cewek, padahal si cewek sama sekali tidak mempermasalahkan hal tersebut. Mereka memberi ultimatum pada anak mereka, yaitu si cewek (pastinya…), harus memutuskan hubungan dengan si cowok kalau tidak juga lulus April tahun depan.

Nah, siapa bilang pacaran itu hanya antara dua orang? Pacaran itu tidak hanya memacari pasangan kita, tapi juga memacari keluarga pasangan kita. Dan orangtua sangat memperhatikan bibit, bebet, bobot dari pasangan kita. Apakah kamu sudah siap untuk itu?

*

Teman saya yang lain harus terpisah jauh dari pasangannya. Teman saya co-ass di Bandung, pasangannya berdomisili di pulau seberang. Saya tidak bilang pacar, karena mereka memang tidak pacaran. Hanya menjalin hubungan tanpa ikatan resmi.

Berarti mereka TTM-an? Menurut teman saya, hubungan mereka lebih dari itu. Saling memiliki tapi tidak tidak mengikat karena tidak pernah berikrar. Alasannya mereka terpisah jauh dan menjalin ikatan hanya akan menambah beban pikiran masing-masing. Saya sih bingung dengan yang seperti itu. Ikatan seperti apa yang bisa dijalin tanpa saling percaya?

Teman saya bilang, dia dan pasangannya sama-sama ikhlas kalau ternyata salah satu diantara mereka menemukan orang yang lebih baik dalam penantian mereka untuk bisa resmi bersama. Dan saat si cowok cerita kalau dia sedang dekat dengan orang lain, teman saya kelabakan. Sadar bahwa dia tidak seikhlas itu untuk melepas si cowok ke tangan perempuan lain.

*

Saat masa lalu datang menawarkan kembali kenangan yang pernah dimiliki bersama untuk dilalui lagi, apakah kita harus memberikan kesempatan kedua? Atau kita harus menyimpan memori indah itu dalam kenangan dan membiarkan masa lalu tetap pada tempatnya di masa lalu. Bahwa masa lalu tidak mungkin diulangi pada masa kini ataupun menjadi masa depan kita?

Bagaimana menurut pendapatmu?

27 Responses to “Desember Abu Merah Jambu”

  1. bundadontworry December 12, 2010 at 12:48 pm #

    namanya masa lalu, ditinggalkan saja , namun utk diambil hikmah nya utk lebih baik lagi di masa depan,
    kalau hanya melulu memikirkan masa lalu, ya gak maju2…
    sebaiknya hr ini lebih indah dan lebih baik dr kemarin, dan hari esok juga hrs jauh lebih indah dr hari ini.
    namun begitu, tetap nikmati hari ini dgn penuh rasa syukur
    ini hanya pendapat bunda saja, dan bisa juga salah
    salam

  2. adizone23 December 12, 2010 at 1:30 pm #

    cerita pertama saya banget…
    tapi bedanya saya sudah break up,, ya begitulah pacaran jika sudah melihat ke masa depan, banyak hal yang harus diperhatikan bukan masalah tentang dua orang saja.

    anyway, semoga Tugas Akhirnya mbak Nadia lancar2 saja.
    selamat berjuang

  3. vany December 12, 2010 at 3:06 pm #

    kenangan yang menyenangkan dibingkai dan kenangan menyakitkan dibuang…
    toh semuanya memang pilihan…
    mnrt saia, drpd kita mengingat masa lalu, knp kita nggak membuat cerita baru?๐Ÿ˜‰

    skripsi oh skripsi…
    skripsi siyh nggak penting, yg penting wisuda….๐Ÿ˜€
    sukses buat skripsinya ya, nad…
    semangat!!!

  4. sky December 12, 2010 at 4:35 pm #

    ini pertanyaan yang sulit dijawab…krn sy juga sedang dalam kondisi macam itu๐Ÿ˜€

    well…hanya hanya bisa bilang…pilih apa yang kau percaya๐Ÿ˜€

    karena semua hal dapat berjalan atas dasar kepercayaan.๐Ÿ˜€

    kita tidak mungkin memakai baju merah kalau kita tidak yakin kalau merah itu keren๐Ÿ˜€ (ndak nyambung :D)

  5. genial December 12, 2010 at 6:11 pm #

    blm tentu juga… sapa tau emang modelnya ajja yg kek gtu ?!??!

  6. Online Lifestyle December 12, 2010 at 6:48 pm #

    kisah nyata kah sis?

  7. deady December 12, 2010 at 8:32 pm #

    apdet gak apdet
    yang penting…..cepetan lulus, nad!
    yoshhh!!!!

  8. iwawaa December 12, 2010 at 9:01 pm #

    nadskii, kamu ko ga bilang harus ganti topik? waktu itu critanya harus nambah data doaaang.. aduuh nad, crita2 dong kalo ada apa2… heuheu..pokoknya terus berjuang ya.
    nad, ko kayaknya crita pertama itu gw tauu yaa.. *sotoy*
    justru ya nad, gw takut bgt kalo masa lalu itu merusak masa sekarang dan masa depan. jelas gw akan memberi kesempatan pada masa lalu nad, apalagi yg belum terselesaikan.. hihihihi.. lo jg gitu nad, harus berani menghadapi masa lalu, biar masa sekarang dan masa depan lo tenang.. hihihiy

  9. Asop December 12, 2010 at 9:08 pm #

    Menurut gue sih, silakan pikirkan itu baik2.๐Ÿ˜€
    Apa Nadia sendiri masih ada rasa?
    Sesimpel itu.๐Ÿ˜€
    Dan harus dipikirkan juga, bahwa dia yang dulu belum tentu sama sekarang.๐Ÿ™‚

  10. tukang tolong December 12, 2010 at 9:17 pm #

    baru kamu bilang skripsi, aku jadi gag konsen baca. kepikiran nasib TA ku..๐Ÿ˜ฆ

  11. Masbro December 13, 2010 at 1:28 am #

    Ehmm..saya doakan cepat kelar skripsinya, moga nggak ada halangan lagi.
    Dua contoh cerita di atas Juga saya temui pada orang2 terdekat saya. Intinya, hidup akan sangat melelahkan jika kita terpenjara kenangan. Menatap ke depan dan menjalani saat ini, sepertinya itu jauh lebih indah.
    Wah komen saya kepanjangen ya Mbak, hehe, maap;

  12. Mbah Jiwo December 13, 2010 at 7:58 am #

    smoga cepet selesai deh skripsinya dan tidak mengalami yg dialami temenmu itu he he he

  13. tepoe December 13, 2010 at 8:26 am #

    kesempatan kedua….
    hmm.. bingung juga..๐Ÿ˜€

  14. achoey el haris December 13, 2010 at 10:27 am #

    Kesempatan kedua bisa saja diberikan
    Karena selalu ada kemingkinan untuk berubah menjadi lebih baik
    Tentu saja kita harus lebih jeli dan lebih bijak๐Ÿ™‚

  15. sibair December 13, 2010 at 11:16 am #

    Masa lalu itu seperti mawar.. indah saat saling merayu tapi menusuk seperti duri saat kembali bertemu masalah yg lama..

    asal nadia mau ketusuk duri si gpp *loh*

  16. febriosw December 13, 2010 at 11:22 am #

    Memberi kesempatan kedua atau tidak semoga tidak didasarkan pada gegap gempitanya keindahan kenangan di benak kita. Tapi harus kembali pada realita apa yang sebenarnya kita cari dari sosok pasangan. Jika memang mantan kita itu adalah yang paling sempurna (paling mendekati dengan kriteria kita) ya tidak masalah kita menerimanya kembali. Jika sebaliknya, kenapa harus kembali ke masa lalu. Bukan kah ketidakcocokan itu telah bergelora di masa lalu hingga berujung ketidakbersamaan lagi? Dan sy pun termasuk orang yang teguh memegang prinsip. Andai sy jadi ce yang S2 tadi, sy akan yakinkan diri dulu bagaimana komitmen dg pacarnya. Jika komitmen keduanya sejalan, orang tua mau bertindak apapun tidak perlu didramatisir untuk mengobrak-abrik hubungan dan niat yang sebenarnya baik. Yang akan menjalani hidup adalah sang anak, bukan orang tua. Bahagia atau tidak, itu relatif. Kebahagiaan anak belum tentu tercipta dengan strategi orang tua. Kalau orang tua memaksa, suruh saja mereka cari pasangan masing-masing lagi.๐Ÿ™‚

  17. orange float December 13, 2010 at 5:52 pm #

    andai saja aku masih punya kesemopatan ke dua….๐Ÿ˜†

  18. gingerbreadandtea December 13, 2010 at 7:51 pm #

    SEMANGAT NGERJAIN SKR*IPSII \^^/

  19. arman December 14, 2010 at 1:22 am #

    gua pernah nulis mirip2 kayak gini. gara2 nya nyokap gua ama tante gua lagi mikir mau ngenalin satu cewek ke sepupu gua. tapi akhirnya mereka memutuskan gak jadi karena dengan pemikiran pasti gak bakal cocok. alasannya? karena ceweknya itu lulusan S2 sementara cousin gua ‘cuma’ lulusan S1.

    kadang emang orang2 tua tuh gak tau gimana mikirnya ya. masa alasan sepele gitu dijadiin halangan buat hubungan. kan gak masuk akal.

    untungnya ortu gua (lucunya nyokap gua kalo ke anak2nya gak masalahin begitu, entah kenapa dia masalahin buat cousin gua) dan mertua gua gak masalahin kayak begitu2an. secara esther S2, semantara gua juga ‘cuma’ S1. hehehe.

  20. maminx December 14, 2010 at 5:54 am #

    Komen saya mungkin agak2 gak nymbung, tapi saya kirim doa aja semoga skripsi nya cepat kelar ya, amin..

    semangat๐Ÿ˜€

  21. alice in wonderland December 14, 2010 at 1:42 pm #

    hmmm gak bisa bilang kita harus meninggalkan masa lalu dan menatap masa depan karena kasusunya juga beda-beda…setiap kisah punya keistimewaan sendiri-sendiri. apapun itu juga, jika hati mengatakan bahwa itu berharga maka kita akan tetap saya berikan kesempatan kedua…^^

  22. @helgaindra December 14, 2010 at 6:01 pm #

    kalo menurut saya sih yang lalu biarlah berlalu aja
    mending menatap masa depan yang lebih baik

    semangat ngeRjain skripsinya!

  23. Goda-Gado December 14, 2010 at 8:12 pm #

    lg males ngobrol ttg cinta..
    kisahnya memilukan…
    sealu kndas saat berhubungan jarak jauh..
    apa org2 sekarang g mampu LDR sih>???
    arrrggghhh
    *halah.
    ๐Ÿ˜€

  24. kodokz December 15, 2010 at 8:27 am #

    cerita yang pertama itu agak mirip dengan cerita teman saya,,
    kalo saya sih tergantung orangnya,,,
    kalo mau memberikan kesempatan kedua harus berusaha membuat kesempatan itu berujung indah … #halllah๐Ÿ˜†
    tapi yah,, semuanya butuh pengorbanan bukan??

  25. Fahmi December 15, 2010 at 10:11 am #

    bingung… apanya yg berhubungan dengan wisuda neh..? tadinya saya kira mau membahas tentang mencari pendamping wisuda… hehee….

    klo menurut saya sih , live must go on saja, yang lalu di grounding di masa lalu, karna rasanya akan sakit sekali jika harapan tak sesuai kenyataan.

    ayo semngat ngerjain TA nya,, bisa2 nanti wisuda bareng saya lho mbak.. hehee…

  26. 'Ne December 15, 2010 at 11:21 pm #

    hmm.. tergantung kondisinya juga ya..
    jika kita memang masih memiliki perasaan yang sama maka memberi kesempatan kedua pada seseorang di masa lalu sama saja memberi kesempatan pada diri kita untuk berbahagia kembali.. tapi jika kesempatan sudah diberikan dan ttetap tidak ada kemajuan maka sebaiknya mulai saja episode baru dan yang lama ditamatkan saja hehe..

  27. kojack December 17, 2010 at 6:45 am #

    pacaran sich gampang, tetapi kalau udah mulai bawa2 perasaan itu yang susah. apa lagi kalau sudah ada niatan membawa hubungan ke jenjang selanjutnya, itu perlu pengorbanan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: