[review] Movie: Thank You For Smoking

24 Mar


Thank You For Smoking

saat akan menonton dvd pinjaman dari adik saya, saya tidak mengharapkan terlalu banyak dari film ini. kenapa? saya pun tidak tau. walaupun adik saya bilang “lucu kok filmnya” tapi tidak tau kenapa saya tidak mau terlalu mempercayai kata2 adik saya saat itu. saya hanya sotoy menebak2 bahwa film ini akan berisi sindiran2 konyol tentang bahaya merokok. sama seperti film semi dokumenter yang pernah saya tonton mengenai seorang laki2 yang hanya memakan McD dalam 1 bulan. sarapan, makan siang, ngemil, makan malam, semuanya produk2 McD.

tapi ternyata saya salah..

film ini bukan film semi dokumenter, mengingat peran utamanya diperankan oleh Aaron Eckhart. dan film ini termasuk lucu dan bagus.. untuk standar saya. lumayan bagus. film ini diambil dari sudut pandang orang yang ikut mendapat keuntungan sangat besar dari banyaknya perokok di muka bumi ini, ironi dan satir. Eckhart memerankan Nick, seorang wakil presiden dan juru bicara institusi yang mempelajari hubungan antara kanker paru2 dengan tembakau. institusi ini dibiayai oleh perusahaan rokok, jadi tidak heran kalau tidak pernah ditemukan adanya hubungan antara keduanya. bisa dibilang, Nick justru membela perusahaan2 rokok dan ikut mengkampanyekan rokok di masyarakat, terutama usia muda.

film ini menggambarkan dengan baik bagaimana enaknya hidup Nick, selalu berpergian, tajir, dan mapan berkat banyaknya orang2 yang menghisap rokok. saat Nick diwawancarai seorang wartawan, Heather (diperankan oleh Katie Holmes yang sekarang bernama Kate Cruise) mengapa mau bekerja “untuk” perusahaan rokok, Nick menjawab “to pay the mortgage”. menurut saya ini adalah jawaban halus dari “karena uangnya”. ya.. Nick mau bekerja “untuk” perusahaan rokok adalah karena uangnya.. uang yang dihasilkan oleh perusahaan rokok sangat banyak. tidak heran seorang pemilik pabrik rokok sempat menjadi orang kaya No. 1 di Indonesia.

kekayaan Nick berkat rokok juga digambarkan dengan baik pada scene Nick mengantarkan anak laki2nya, Joey, setelah mereka menghabiskan weeked berdua ke rumah mantan istrinya. rumah Nick lebih tepatnya. rumah yang Nick berikan kepada mantan istrinya sebagai bentuk tanggung jawab Nick karena bercerai dari istrinya. rumah itu juga didiami oleh pacarnya mantan istri Nick yang sekarang, Brad. Brad adalah seorang peneliti hubungan antara tembakau dengan kanker paru2. seorang peneliti harus menumpang hidup di rumah seorang juru bicara perusahaan tembakau.. ironis. ternyata tidak hanya Indonesia negara yang tidak menghargai orang pintar.

ironi itulah yang menghantui Nick saat dia tersadar bahwa dia masih mempunyai Joey, anak laki2nya yang masih di bawah umur. Joey sangat mempercayai dan mngidolakan Nick apa pun yang terjadi. walaupun Nick tau bahwa bekerja pada perusahaan rokok menyalahi moral, namun yang menyadarkan Nick adalah Joey. walaupun Nick seorang perokok, Nick tidak mau nantinya saat sudah besar Joey ikut merokok. karena siapapun tau.. bahaya rokok pada tubuh manusia, termasuk Nick.

itu salah satu best scene nya menurut saya🙂 scene saat Nick sadar bahwa Nick sangat sayang pada Joey dan tidak mau sesuatu yang buruk terjadi pada Joey. best scene lainnya adalah saat Joey berhasil menyakinkan Jill, ibunya, untuk ikut weekend bersama Nick ke California. Joey melakukannya argumentasi yang sangat tepat, sesuai dengan teknik debat yang diajarkan oleh Nick.

setiap scene diceritakan dengan pas dan kocak kalau menurut saya. bahkan di awal film pun ke-ironisan-yang-kocak itu sudah disuguhkan pada kita. selamat menonton film ini🙂 terutama kamu yang membakar2 uang dengan membeli rokok.. pikirkan lagi kemana uang kamu pergi. ke kantong pemilik pabrik2 rokok.. dan yang didapatkan perokok adalah paru2 yang rusak. dan sederet peringatan mengenai penyakit yang mungkin didapat perokok yang selalu ada di setiap kemasan rokok tapi tidak pernah digubris oleh perokok manapun.

ayah yang berhenti bekerja di perusahaan rokok karena sayang sama anaknya.. so sweet. jadi ingat ayah sendiri yang berhenti merokok karena ibu hamil, mengandung saya🙂

PS: to read my late movie review, click here

6 Responses to “[review] Movie: Thank You For Smoking”

  1. Ina March 24, 2010 at 11:02 pm #

    gue belum nonton. Tapi ini film pra-TA temen LFM gue. Kata dia, salah satu detail menarik dari film ini adalah tidak adanya satu rokok pun yang tampil di dalam film. Haha.

  2. mia March 26, 2010 at 2:01 pm #

    Idem lagi, saya suka film ini, dialognya cerdas!!🙂

    • nadiafriza March 29, 2010 at 10:30 am #

      gw paling suka interaksi nick ama joey🙂

  3. neldasjourney April 4, 2010 at 10:20 pm #

    wah, jadi inget film ini lagi, beberapa taun yg lalu, dipinjemin beberapa dvd sama temen, daripada sepi sendiri, salah satunya film ini:) Dua teman Nick yg lain, salah satunya yg ikutan organisasi yg berkaitan senjata gitu ya, teman satunya apa yah? – koneksi internet gak mampu utk melihat filmnya lagi:(

    • nadiafriza April 5, 2010 at 1:27 am #

      wah bener.. filmnya tahun 2005 ternyata. lama juga.. saya kira 2008an mbak huhe..
      yang cowok senjata.. yang cewek alkohol..
      makasih udah komen ya mbak nelda🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: