[review] Bridge To Terabithia

12 Mar

saya ingat film Bridge To Terabithia keluar saat saya masih baru2nya di bangku kuliah. saya yang sangat mencintai dunia imajinasi dan fiksi seharusnya tertarik sangat melihat trailer film ini pertama kali. tapi bahkan melihat poster film ini pun saya malas sekali… saat itu. benar2 tidak tergerak untuk menonton film ini.

sampai dengan awal tahun ini saya mendapat soft file film ini dari teman saya yang mendapatkannya dari pacarnya. akhirnya saya pun menonton film ini.

pertama kali menonton.. saya hanya berkaca2 di bagian Leslie meninggal. saya masih belum bisa berhadapan dengan kematian ataupun orang mati. saya juga tidak bisa membayangkan kalau harus kehilangan teman ataupun keluarga saya dalam waktu dekat ini. karena itu.. saya berkaca2 menonton film ini. sama seperti film2 lainnya yang menampilkan adegan perpisahan nyawa dengan badan.

beberapa hari yang lalu.. saya menyempatkan menonton ulang film ini untuk kedua kalinya. sebegitu menariknyakah film ini sampai layak saya tonton ulang dalam waktu yang dekat? hmm… jika kamu suka film Narnia.. mungkin jawabannya adalah iya. tapi sebenarnya saya menonton ulang film ini lebih karena bosan dan tidak punya copy-an (dvd ataupun soft file) film yang belum ditonton. tidak ada duit untuk beli dvd film juga.. hehe.

film ini menceritakan persahabatan 2 orang anak yang sama2 kesepian karena permasalahan keluarga masing2. secara kebetulan, Leslie si anak baru, merupakan tetangga dari Jesse, si anak petani. mereka berdua banyak menghabiskan waktu bersama bermain di area dekat rumah mereka, yang berkat imajinasi Leslie, mereka sulap menjadi sebuah kerajaan fantasi. Leslie menjadi ratu dan Jesse adalah rajanya. berkat persahabatan yang mereka jalankan.. mereka berdua menjadi lebih percaya diri, bahagia, sering tersenyum, dan tertawa.

dan..

saya menangis di scene Leslie meninggal. tidak cukup sampai disitu.. saya menangis sampai akhir film. oh percayalah.. saya pun bingung kenapa saya bisa menangis selama itu. film ini lumayan bagus.. menurut saya. terutama setelah menonton Race to Witch Mountain yang juga diperankan oleh Annasophia Robb. tapi apakah sebagus itu sampai saya tidak bisa berhenti menangis?

hmm… silahkan buktikan sendiriđŸ˜‰

Just close your eyes.. and keep your mind wide open
(Bridge to Terabithia)

PS: to read read my late movie review, click here

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: