melangkah demi masa depan

8 Feb

saya kagum dan ikut senang pada teman2 saya yang sudah bimbingan ke berapa kalinya dengan dosen pembimbing masing2. bahkan jika itu bimbingan untuk yang pertama kali pun. karena saya sama sekali belum pernah bimbingan tugas akhir. bahkan dosen pembimbing pun saya belum punya. topik tugas akhir juga membingungkan saya, pilih yang mana, antara 2 bidang yang sama sekali beda. padahal saya sudah dapat perusahaan sebagai objek tugas akhir.

ternyata memang seharusnya kita mencari topiknya terlebih dahulu, sebenarnya kita ingin melakukan apa untuk tugas akhir. baru kemudian mencari perusahaannya. karena yang akan dihadapi adalah TUGAS AKHIR. sudah bukan kerja praktek lagi.. yang main cap cip cup kembang kuncup milih perusahaan baru kemudian mencari2 masalah yang terjadi di perusahaan untuk kemudian diperbaiki.

ruginya saya adalah.. baru menyadari perbedaan keduanya. tadi pagi.. saat saya akhirnya memberanikan diri melangkah demi masa depan ke kampus untuk menemui seorang dosen. hasil dari sebuah kegiatan impulsif menurut saya, karena saat akan keluar rumah sebenarnya tujuan saya adalah untuk datang ke perusahaan melanjutkan survei lapangan yang belum selesai saya lakukan 3 minggu lalu. berikut ini adalah penggalan pembicaraan kami:

saya: […] jadi begitu pak yang ingin saya lakukan

dosen: boleh saja.. bagus sekali itu. tapi perlu kamu ingat, batasan untuk S1 sampai mana. karena yang paling penting bagi S1 itu adalah pengaplikasiannya. objeknya dimana?

saya: err… belum ada pak

dosen: kamu mau pakai bahasa apa?

saya: err… masih belum tau pak

dosen: bagaimana kamu ini.. mau pakai pisau apa aja kamu belum tau

saya: *pucat pasi*

sekali lagi, sampai dengan detik ini saya masih belum punya dosen pembimbing. jadi dosen yang saya temui tadi pagi adalah dosen yang pernah sangat saya inginkan untuk menjadi dosen pembimbing saya, namun gagal karena saya kalah cepat mendaftar untuk dibimbing beliau dari banyak teman seangkatan saya lainnya (selanjutnya beliau akan disebut dengan DP1). kejadian ini menyebabkan saya harus memikirkan dosen pembimbing lain = topik tugas akhir lain. karena saat itu saya berpikir, topik yang saya ajukan ini tidak cocok untuk dibimbing oleh dosen lain, harus beliau.

jadilah saya berpikiran untuk dibimbing oleh dosen lain (selanjutnya beliau akan disebut dengan DP2). dengan DP2, saya harus mengganti topik tugas akhir walaupun perusahaan yang cocok dengan topik tersebut sudah bersedia menerima saya untuk menjalankan tugas akhir disana. sedangkan dengan DP1, saya dapat melanjutkan topik tugas akhir yang sudah saya kerjakan, tanpa belum mempunyai objek (baca: perusahaan) tugas akhir.

saya pernah iseng2 di tarot oleh teman saya. saat itu pertanyaan saya, “apakah saya bisa dibimbing oleh dosen yang saya inginkan?“. jawaban si tarot adalah, “bisa. jika saya memang berusaha keras untuk mendapatkannya (kurang lebih seperti itu jawabannya). saat itu sejujurnya, yang dipikiran saya adalah dibimbing oleh DP2, mengingat kejadian tarot2an ini adalah setelah saya kalah cepat dari teman2 saya.

namun jika mengingat2 kejadian tarot tersebut.. maka sebenarnya yang saya inginkan adalah dibimbing oleh DP1. namun saya keburu menyerah sebelom berperang, menyerah sebelom sempat bertanya kepada DP1 apakah saya masih bisa diterima dibimbing oleh beliau. dan kejadian tadi pagi menguatkan saya.. bahwa saya harus berusaha keras untuk mendapatkan bimbingan dari beliau.

dan saya akan berusaha.. mohon doakan saya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: