ke malaisya beli handphone

7 Feb

perjalanan terjauh saya tanpa orangtua adalah ke Malaisya saat masih sekolah menengah pertama mengikuti Jambori Melaka Ke-4. saya bersama dengan 2 orang adik kelas berkesempatan mewakili smp se-kabupaten Siak untuk mengikuti jambore (jambori dalam bahasa melayu) tersebut. izin dari sekolah selama 10 hari *asiiik* dan lebih asiknya lagi dibayarin pemerintah kabupaten alias gratis hehe..

walaupun izin dari sekolah selama 10 hari, sebenarnya total keberadaan kami di Melaka (Indonesian know this city as Malaka) hanyalah 7 hari. 3 hari pertama di habiskan di Indonesia (Siak lebih tepatnya) untuk lebih mengakrabkan kontingen jambore. anggota rombongan terdiri dari 10 pramuka penggalang laki2 dan 10 pramuka penggalang perempuan, 2 kakak penegak, 2 guru pembina, dan 1 ketua rombongan yang berasal dari kwartir cabang (dapat dibaca sebagai sekolah) yang berbeda2.

selama jambore (yang hanya 5 hari) ada banyak kegiatan menarik yang dapat saya ikuti. siaran radio tapi bukan radio komersial melainkan radio komunitas, hiking, ke perkebunan madu, upacara ala Malaysia, dijamu kerajaan Melaka, termasuk berkenalan dengan teman2 dari malaisya dan singapur, tidak mandi selama 3 hari, berjalan kaki sejauh 3 km, dan lainnya. kami harus masak sendiri dan untungnya saya selalu kebagian menyiapkan peralatan makanan dan membuat teh. kamar mandi juga harus bergantian dengan beribu2 orang lainnya.

setelah jambore berakhir, anggota rombongan memiliki 2 hari tambahan untuk berjalan2 bersama di Malaysia, Kuala Lumpur dan Malaka. saya tidak begitu excited saat itu karena sudah 2 kali ke Malaysia sebelumnya, dan ternyata rombongan memang mengunjungi tempat2 yang sudah pernah saya singgahi saat pergi bersama keluarga.

kejadian menarik berlangsung saat kami ke suatu mall di Kuala Lumpur (saya lupa namanya). saya dan kedua orang adik kelas itu tertarik melihat penawaran penjualan handphone dan memutuskan untuk membeli handphone bersama, merk yang sama, tipe yang sama, dan warna yang juga sama, sehingga dapat diskon karena (hitungannya) langsung membeli 3 handphone. norak banget deh kita saat itu.. dan itu adalah handphone pertama kita bertiga. padahal kalau beli di Indonesia pasti jatuhnya lebih murah dan dibayari orangtua. tapi saat itu kita bertiga benar2 ngeyel karena tidak tau mau membeli apa di mall itu.

Handphone Pertama: Ericsson T28 (warna KUNING)

kalau kata ibu saya, “jadi kamu ke Malaysia cuma karena mau beli hape na?” haha

6 Responses to “ke malaisya beli handphone”

  1. Satya June 13, 2010 at 11:49 am #

    hahahaha…
    Tapi Tuh HP Skarang Jadi Jadul Banget Ea Mba😛

    • nadiafriza June 14, 2010 at 8:57 am #

      udah bukan jadul lagi.. tapi purba. udah pantes masuk museum hehe

      saya baru pertama kali nih dipanggil mbak di blog sendiri😀 salam kenal ya

  2. maminx October 14, 2010 at 2:24 pm #

    Keren SMP udah beli HP gituan. Jaman /tahun berapa tuh 90 an berarti ya, canggih tuh, hehe.

    • nadiafriza October 14, 2010 at 2:51 pm #

      hah? smp tahun 90an? tega banget😀 saya itu lulus smp 2003 Om..

      • stev October 28, 2010 at 7:35 am #

        waahh jadul tp kerenn..
        aku lagi cari tuh hape sekarangg..
        u tau gak tempat belinya???

        • nadiafriza October 28, 2010 at 12:35 pm #

          kayaknya sih, udah ga da yang jual ya?
          buat apa toh beli hape jadul banget kayak gitu..?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: