saya harap suatu hari nanti saya…

27 Sep

hari lebaran ke3, saya jalan2 ke ciwidey bersama keluarga om saya (om ivan, tante yuli, salzsa, rehand) dan seorang sepupu saya (sarah). si om sudah mewanti-wanti “ngapain juga sih kesana.. bakal macet. jauh lagi“. saya dan sarah keukeuh “tahun lalu ga macet sih om..“. ditambah si tante dan salzsa juga sangat ingin ke kawah putih. maka di pagi yang cerah nan indah dengan mata sepet *karena malamnya habis bergadang nemenin sepupu2 bocah (sultan dan fajar) main games di komputer* pergi juga 1 rombongan mobil ke ciwidey. sementara anggota rombongan mobil 1 lagi masih belum pada mandi dan memilih ke FO lagi saja haha..

jadi guide menunjukkan arah ke tol pasteur keluar tol kopo. setelah itu? hanya berpedomankan penunjuk jalan untuk bisa sampai ke ciwidey *maklum baru sekali kesana dan belum hapal jalan. tapi arah2nya ingat lah.. hehe*. keluar tol jalanan padat dan tidak ada yang protes, mungkin karena belum macet haha.. sampai ciwidey beneran (jalanan menanjaknya) baru deh sepupu2 saya pada ngeluh “masih lama ya nyampe ya?“. cuma 7km kok dari bawah menuju ke atas tapi kok rasanya berabad-abad yaa.. belum lagi mobil2 rame dan semua plat B seolah2 menuju arah yang sama dengan arah mobil yang kami naiki. deg2an was2 dan masih santai karena belum macet.. ditambah tahun lalu saat lebaran ke ciwidey juga sama sekali tidak dihadang macet. dan apa yang terjadi?

di 3km lagi menuju kawah putih MACET TOTAL. parah.. parah banget deh pokoknya.. jalan meliuk2 kayak ular ke kawah putih dipenuhi mobil dan motor yang penumpangnya ingin berekreasi ke kawah putih. rame banget bikin ga tahan deh pokoknya.. akhirnya ya akhirnya rencana ke kawah putih dibatalkan. padahal 3km lagi menuju kawah putih. tapi saat si om nanya ke pengendara motor sebelah mobil yang juga antri jalanan yang sudah biasa ke kawah putih (plat D) bilang “baru bakal nyampe kawah putih malam sih ini pak” padahal jam menujukkan pukul 11 pagi saat itu. what the..? putar balik deh..

The Amir's Family

The Amir's Family

cerita di atas sebenarnya hanya intermezzo saja haha.. sebagai background dari cerita yang ingin saya ceritakan sesuai judul postingan kali ini.

saya harap suatu hari nanti saya bisa seperti om dan tante saya yang saat sudah punya 2 anak tetap bisa menyanyikan lagu (lawas):

“[…] engkau bukan yang pertama tapi pasti yang terakhir dicintamu ketemukan arti hidupku […]”

dengan mesranya dan hati bahagia. hehe🙂

dont get my parents wrong.. they just dont sing together because they dont have the same taste of music🙂

One Response to “saya harap suatu hari nanti saya…”

Trackbacks/Pingbacks

  1. Tujuan Wisata di Indonesia: Kawah Putih | THE DEVIL'S ADVOCATE - October 29, 2014

    […] mobil. Perjalanan ke Kawah Putih sudah pernah saya ceritakan dalam postingan saya sebelumnya disini (untuk membaca cerita lainnya -dalam bahasa Perancis- silahkan klik […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: