jalan yang kita tempuh

20 Sep
Ira and Me

Ira and Me

seorang teman, iraluvtappei, periodically likely to asks me, “nad kalau lw punya kesempatan buat jadi pemain tenis, ikut tanding2 gitu, mau ga?“. biasanya pertanyaan ini akan muncul kalau kami sedang membahas jurusan dan masa depan. pertama kali ditanya pertanyaan seperti ini saya menjawab, “umm.. waktu masih di riau sih gw emang pernah ikut tanding2 tenis kok ra“. dan saat itu iraluvtappei membalas, “kalau misalnya lw jadi pemain tenis bukannya kuliah di ti mau ga nad?“. pertanyaan yang agak aneh menurut saya untuk ditanyakan saat itu, karena walaupun saya pernah mempunyai keraguan akan jurusan yang saya pilih, tapi bukan berarti pilihannya adalah menjadi pemain tenis, amatiran atau profesional. saat itu saya hanya menjawab, “mestinya ga. kalau jadi pemain tenis gw ga bakal bisa punya kesempatan untuk menjadi orang yang gw inginkan. dengan di ti gw bisa raih impian gw, sekalian tetap main tenis juga, walaupun sebatas hobi“.

saya bisa mengerti arah pertanyaan iraluvtappei sebenarnya. karena saat itu teman saya ini sangat merasa salah jurusan dan menyesali keputusannya untuk tidak masuk jurusan yang berhubungan dengan seni dan desain. bahwa dia sangat ingin nantinya bekerja di bidang2 seperti itu. mungkin saat itu iraluvtappei mencari dukungan pada saya yang mempunyai kecintaan pada tenis. tapi teman yang baik bukan teman yang selalu setuju pada pendapat temannya bukan? teman yang baik adalah teman yang berkata jujur sesuai dengan hati dan pikirannya.

Muti, Nadia, Sarah

Muti, Nadia, Sarah

saya mempunyai seorang sepupu sarahzahra, yang memilih menjadi atlit daripada harus serius di bangku sekolah. sarahzahra saat ini bersekolah di sma ragunan jakarta dan berharap suatu saat bisa membela indonesia di dunia perbulutangkisan. bukannya sepupu saya ini tidak memiliki kecerdasan akademis. justru dia yang paling pintar di keluarganya, paling berjiwa seni juga. kemampuan olahraganya diturunkan dari bundanya, tante saya ellenamir, sementara sang ayah menurunkan kepintaran. cerita sedihnya adalah kedua orangtuanya bercerai dan sarahzahra memilih ikut bundanya. serius di sekolah berarti mengingatkan sarahzahra pada ayahnya yang seringkali menemaninya membuat tugas sekolah (saat itu). dan ini seringkali membuat sarahzahra sedih karena ayahnyalah yang meninggalkan bundanya (demi wanita lain), dan sepupu saya ini tidak menginginkan itu. she wanted to move on. cukup kehilangan ayah saja tanpa harus kehilangan masa depannya juga.. sebuah keputusan berat yang harus diambil anak seusia sd (sarahzahra saat itu), dan hal ini yang membuat saya kagum kepadanya.

saya kagum pada kepribadian sarahzahra. tapi kalau saya harus menempuh jalan yang sarahzahra ambil? saya rasa tidak. tidak menyukai dan tidak pernah berpikiran untuk menjalani kehidupan menjadi atlit. keliling indonesia menjalani pertandingan2, circuit ataupun non-circuit. menjadikan olahraga sebagai tumpuan hidup, bukan hanya sekedar hobi. selalu berlatih (kalau sedang tidak bertanding) siang dan malam, weekdays atau weekend, sekolah hanya formalitas. tidak, itu bukan saya. cukup tahu saja *wish you all the best sar🙂 harus bisa menang all england dan olimpiade dunia yaa*.

the 5thAmir, tante saya sucirahayu, suatu kali pernah berkata pada saya, “jangan lupa na.. kamu punya tanggungjawab (sosial) sama papamama“. kenapa saya bilang sosial? karena orangtua saya tidak pernah meminta apa2 dari saya, selain kesuksesan saya. dan menurut mata mereka, sukses berarti berhasil di masyarakat sesuai dengan jalan yang sudah saya tempuh, yaitu akademis (baca: berkarir dengan background bangku sekolah). bukan menjadi atlit atau sesuatu yang bertolakbelakang dengan rencana awal yang telah ditetapkan orangtua saya dengan persetujuan saya. eh.. ga kebalik ya? tidak. rencana orangtua yang saya harus setujui karena bagaimana menyukseskannya jika saya tidak menyukai jalan hidup yang akan saya tempuh?

jadi kalau iraluvtappei suatu saat menanyai saya lagi dengan pertanyaan seperti pada awal postingan ini *i guess she asks me periodically to keeps me on track, whether i change my mind or not. and i thanked her for that🙂*, maka saya akan menjawab, “enggak ra. menjadi pemain tenis bukan cita2 gw. tenis hanya sekedar hobi, gw bahkan paling males ama tanding2 gitu. gw harus yakin sama jalan yang gw tempuh, selain karena gw punya tanggungjawab ama orangtua gw, gw juga harus ngebuktiin ke diri sendiri kalau gw yakin sama jalan yang gw pilih dan gw bisa mencapai impian gw“.

p.s.: semangat ya ira sayang.. kita tinggal selangkah lagi nih🙂 amin

6 Responses to “jalan yang kita tempuh”

  1. iraa September 23, 2009 at 1:46 am #

    yaampun nad. nama gw terekspos banget deh. lengkap ama foto gw. heran deh.
    gw jadi malu bgt gitu nad.huuhuu. dasar lo ga ijin duluu. heuhh!!

    btw, gw ngerti kok nad.. dan gw sekarang sedang berusaha mencoba mencocok cocokkan atau..apa yaa istilahnyaa. gw mencoba buat menyambung2kan keinginan gw dengan si ti ti ini. yahh. karena gw ini prinsipnya selesain apa yang harus gw selesain..dan tugas gw di bdg ini blom slese sampe gw ada di sabuga lagi buat dipindahin tali toga nya ama bapak rektor. hehe..
    ayoo nadski kita berjuang..astaga.ngeri laporan kp deh.. heuu semoga yg terbaik untuk kitaaa🙂

    • ladysherry September 23, 2009 at 8:28 pm #

      “gw ini prinsipnya selesain apa yang harus gw selesain” mestinya:
      harus menyelesaikan apa yang udah dimulai. dan jangan memulai apa yang ga bisa diselesaikan
      bukan gitu ya ra..? huhe

      masuk dari sabuga keluar juga mesti dari sabuga yaa

      semangat iraa

      *haha.. kan udah gw bilang di post sebelom2nya kalau nyebut nama temen bakal gw publish orangnya siapa.. ga cuma nickname aja haha
      minta ijin ya iraa

  2. ina September 24, 2009 at 7:05 pm #

    ayo, ayo kita semua semangat. tahun terakhir kuliah S1 *amin* moga-moga semua lancar. dan setelah s1 kelar, kita bisa jadi apa yg kita inginkan! amiiin!

    • ladysherry September 27, 2009 at 11:33 am #

      2010 keluar dari itb amiinn🙂

  3. junitariany September 26, 2009 at 12:57 am #

    Amiin. Amiin.

    Kadang juga aku ingin jadi artis layar lebar yang dapet Oscar.

    • ladysherry September 27, 2009 at 11:35 am #

      ‘aku ingin jadi artis layar lebar yang dapet Oscar” >> hehehehe😉
      goodluck deh juun😀 mesti cari agen dari sekarang dong hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: