KP oh KP [9]: penolakan sangat mungkin terjadi

24 Jun
Sabtu kemaren mama datang ke bekasi, jadi saya di rumah om saja seharian. Sabtu maghrib mama pulang, saya sendirian lagi di kamar. Minggu diajak om saya dan keluarganya ke Jakarta Convention Center (JCC) untuk melihat pameran komputer, om saya ingin membeli laptop baru ternyata. Sepulangnya dari JCC kami menjemput Paul [si Belanda yang sedang liburan di Indonesia, yang sudah menjadi teman keluarga besar saya sejak saya masih bayi] dan Heyn [orang Indonesia temannya Paul] lalu makan di Grand Indonesia. Kemudian melihat si air mancur menari yang kalau menurut saya masih belum ada apa-apanya dibanding yang di Pulau Sentosa, Singapura.
Sepulangnya dari jakarta tentunya saya pusing lagi sesampainya di bekasi rumah om saya. Panadol benar-benar menjadi teman saya dalam beberapa hari belakangan ini. Untungnya senin pagi saya sudah agak mendingan, walaupun memutuskan tidak masuk kantor [bolos kerja hari kedua]. Pilihan untuk tidak datang ke kantor hari ini saya ambil, karena saya ingin mengolah data dari video yang sudah saya ambil. Pengolahan data ini sebenarnya simpel saya, hanya mendefinisikan elemen gerakan setiap operator dan berapa waktunya [mohon diingat ada 18 operator dengan 22 elemen kerja]. Tetapi kegiatan ini membutuhkan konsentrasi tinggi yang tidak akan mungkin saya dapatkan mengingat kondisi ruangan TDR-3 akhir-akhir ini yang sangat sering dipakai untuk rapat. belum lagi fans-fansnya si norvel yang keluar masuk ruangan.
Karena itu, hari senin saya tidak masuk kerja demi mengolah data dengan menitip pesan pada si norvel untuk disampaikan ke kantor. Berhubung banyak sekali elemen gerakan yang harus didefinisikan, belum lagi video mengambil data perakitan produk sebanyak 5 kali, maka hari selasa pun saya tidak masuk kerja [bolos kerja hari ketiga], demi menyelesaikan si pengolahan data. Percayalah, saya benar-benar mengerjakan sepenuh hati, tidak keluar kamar kecuali untuk makan itupun setelah diingatkan si mbak.
Maka saat saya masuk kantor pagi ini, dengan semangat 45 mendatangi pembimbing saya meminta persetujuan beliau atas pengolahan data yang telah saya lakukan, yang saya dapatkan adalah kekecawaan. Kecewa karena menurut pembimbing saya pengolahan data yang saya lakukan kurang lengkap, kurang detail. Bahkan ada beberapa video yang harus diulang. Seketika itu juga dunia saya menjadi runtuh (lebay..), semangat saya menghilang, dan dunia saya menjadi muram. Sayup-sayup saya dengar penjelasan pembimbing saya dan yang saya pikirkan hanyalah “sia-sia gw ga masuk kerja sampai ketahuan ketua bagian produksi pabrik media LGEIN (sebut saja Pak B)”.
Dan disinilah saya, di ruangan TDR-3 bermalasan-malasan, kehilangan semangat dan gairah untuk melanjutkan pengolahan data… Tenang saja kawan, saya tidak serendah itu. Saya hanya butuh waktu untuk mencerna ini semua, waktu untuk diri saya tenggelam sementara, dan kemudian saya akan melompat ke permukaan bersiap untuk menjadi diri saya seperti biasa. Tidak akan butuh waktu yang lama kok tenang saja..
Jadi penolakan itu sangat mungkin terjadi, yang membedakan adalah apa yang kita lakukan setelahnya

Sabtu kemaren mama datang ke bekasi, jadi saya di rumah om saja seharian. Sabtu maghrib mama pulang, saya sendirian lagi di kamar. Minggu diajak om saya dan keluarganya ke Jakarta Convention Center (JCC) untuk melihat pameran komputer, om saya ingin membeli laptop baru ternyata. Sepulangnya dari JCC kami menjemput Paul [si Belanda yang sedang liburan di Indonesia, yang sudah menjadi teman keluarga besar saya sejak saya masih bayi] dan Heyn [orang Indonesia temannya Paul] lalu makan di Grand Indonesia. Kemudian melihat si air mancur menari yang kalau menurut saya masih belum ada apa-apanya dibanding yang di Pulau Sentosa, Singapura.

Sepulangnya dari jakarta tentunya saya pusing lagi sesampainya di bekasi rumah om saya. Panadol benar-benar menjadi teman saya dalam beberapa hari belakangan ini. Untungnya senin pagi saya sudah agak mendingan, walaupun memutuskan tidak masuk kantor [bolos kerja hari kedua]. Pilihan untuk tidak datang ke kantor hari ini saya ambil, karena saya ingin mengolah data dari video yang sudah saya ambil. Pengolahan data ini sebenarnya simpel saya, hanya mendefinisikan elemen gerakan setiap operator dan berapa waktunya [mohon diingat ada 18 operator dengan 22 elemen kerja]. Tetapi kegiatan ini membutuhkan konsentrasi tinggi yang tidak akan mungkin saya dapatkan mengingat kondisi ruangan TDR-3 akhir-akhir ini yang sangat sering dipakai untuk rapat. belum lagi fans-fansnya si norvel yang keluar masuk ruangan.

Karena itu, hari senin saya tidak masuk kerja demi mengolah data dengan menitip pesan pada si norvel untuk disampaikan ke kantor. Berhubung banyak sekali elemen gerakan yang harus didefinisikan, belum lagi video mengambil data perakitan produk sebanyak 5 kali, maka hari selasa pun saya tidak masuk kerja [bolos kerja hari ketiga], demi menyelesaikan si pengolahan data. Percayalah, saya benar-benar mengerjakan sepenuh hati, tidak keluar kamar kecuali untuk makan itupun setelah diingatkan si mbak.

Maka saat saya masuk kantor pagi ini, dengan semangat 45 mendatangi pembimbing saya meminta persetujuan beliau atas pengolahan data yang telah saya lakukan, yang saya dapatkan adalah kekecawaan. Kecewa karena menurut pembimbing saya pengolahan data yang saya lakukan kurang lengkap, kurang detail. Bahkan ada beberapa video yang harus diulang. Seketika itu juga dunia saya menjadi runtuh (lebay..), semangat saya menghilang, dan dunia saya menjadi muram. Sayup-sayup saya dengar penjelasan pembimbing saya dan yang saya pikirkan hanyalah “sia-sia gw ga masuk kerja sampai ketahuan ketua bagian produksi pabrik media LGEIN (sebut saja Pak B)”.

Dan disinilah saya, di ruangan TDR-3 bermalasan-malasan, kehilangan semangat dan gairah untuk melanjutkan pengolahan data… Tenang saja kawan, saya tidak serendah itu. Saya hanya butuh waktu untuk mencerna ini semua, waktu untuk diri saya tenggelam sementara, dan kemudian saya akan melompat ke permukaan bersiap untuk menjadi diri saya seperti biasa. Tidak akan butuh waktu yang lama kok tenang saja..

Jadi penolakan itu sangat mungkin terjadi, yang membedakan adalah apa yang kita lakukan setelahnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: