KP oh KP [7]: jaga kesehatan

17 Jun
Sudah sejak hari pertama menginjakkan kaki di pintu kantin LGEIN saya tidak berharap banyak mengenai apa yang akan saya makan di kantin karyawan tersebut. Salahkan mata saya yang tidak dapat melihat jauh (rabun jauh/ myopia) sehingga saya sering kali mengikuti si norvel dalam memilih menu makanan. Pernah suatu kali saya ingin makan ikan, sementara si norvel makan ayam, tapi saya malah mengantri di antrian menu telur. Separah itulah mata saya kalau rabunnya kambuh ditambah pikiran saya sering kosong di kantin tersebut tidak tahu kenapa.
Sejujurnya makan siang saya tidak pernah habis. Bahkan setelah saya semakin mengurangi porsi makan saya dari hari ke hari, makanan tersebut tidak pernah saya habiskan. Juga saya makan dengan kecepatan yang sangat lambat (sesuatu yang sangat jarang saya lakukan, karena biasanya adalah penghabis makanan tercepat). Karena itu sekalinya saya pernah menghabiskan makanan lebih dahulu daripada si norvel, saya senangnya bukan. Si norvel bahkan bertepuk tangan untuk merayakan kemenangan saya haha..
Menu makanan di kantin sebenarnya tidaklah begitu buruk. Selalu ada nasi, protein (ini bisa dipilih sesuai selera kita), buah (pisang, semangka, apel tergantung hari), sayur (dalam bentuk sup), dan Yakult. Menurut info dari seorang karyawan di LGEIN, makan siang yang dimakan karyawan setiap harinya itu seharga Rp 7000,00. Lumayanlah untuk makan siang gratis setiap hari.. Yang selalu saya habiskan adalah buah dan yakultnya. Selain dari itu saya tidak sanggup. Rasa masakannya terlalu pabrik, hambar.
Selain itu saya tidak mengemil. Makanan yang masuk ke perut saya selama kape ini hanyalah susu, makan siang, susu, makan malam, sangobin, dan enervon-c. Asupan gizi terakhir adalah berkat saran om saya (saya bukan tipe pemakan obat dalam bentuk apapun dalam kondisi badan seperti apapun). Menurut beliau belakangan ini saya terlalu sering sakit, badan saya terlalu ringkih. Menurut beliau, “Masa hanya karena seharian kena AC kamu bisa pusing banget sih na?”. Percaya atau tidak tapi saya tidak pernah merasakan seperti itu. Yang ada di pikiran saya adalah beliau terlalu membesarkan-besarkan atau hanya ingin mengusili saya.
Sampai dengan tadi pagi saat saya akan mengambil video perakitan lagi. Si operator ke-12, Mbak Sumi, kemudian menyapa saya dengan muka prihatin yang perkataannya membuat saya tersentak “Mbak nadia kok makin kurus banget sih? Ga dikasih makan ya sama LG?”. Teng tong.. Saat itu saya langsung melihat jari-jari tangan saya kemudian meraba pergelangan tangan saya. Dan yang terbersit di pikiran saya adalah “Sial.. ini orang sok tau banget”.
Haha. Intinya saya tertampar.. Seorang operator yang tidak begitu dekat dengan saya ternyata menyadari adanya perubahan pada tubuh saya, yang bahkan tidak saya sadari. Betapa perhatiannya (baca: baik) operator tersebut dan betapa cueknya saya pada diri saya sendiri. Mungkinkah ada hubungannya antara tidak pernah menghabiskan makanan, jarang makan, dengan tubuh saya yang sering sakit seperti kata om saya?
Oke saya mengaku, batuk saya belum pernah sembuh sejak saya sampai di bekasi seminggu yang lalu. Kadang-kadang batuk saya kambuh dan membuat sesak nafas seperti sedang asma. Tapi menurut saya itu karena udara bekasi yang tidak bersih, bukan karena tubuh saya yang sedang lemah.
Tuh kan.. saya menghindar lagi. Hahahaha

Sudah sejak hari pertama menginjakkan kaki di pintu kantin LGEIN saya tidak berharap banyak mengenai apa yang akan saya makan di kantin karyawan tersebut. Salahkan mata saya yang tidak dapat melihat jauh (rabun jauh/ myopia) sehingga saya sering kali mengikuti si norvel dalam memilih menu makanan. Pernah suatu kali saya ingin makan ikan, sementara si norvel makan ayam, tapi saya malah mengantri di antrian menu telur. Separah itulah mata saya kalau rabunnya kambuh ditambah pikiran saya sering kosong di kantin tersebut tidak tahu kenapa.

Sejujurnya makan siang saya tidak pernah habis. Bahkan setelah saya semakin mengurangi porsi makan saya dari hari ke hari, makanan tersebut tidak pernah saya habiskan. Juga saya makan dengan kecepatan yang sangat lambat (sesuatu yang sangat jarang saya lakukan, karena biasanya adalah penghabis makanan tercepat). Karena itu sekalinya saya pernah menghabiskan makanan lebih dahulu daripada si norvel, saya senangnya bukan. Si norvel bahkan bertepuk tangan untuk merayakan kemenangan saya haha..

Menu makanan di kantin sebenarnya tidaklah begitu buruk. Selalu ada nasi, protein (ini bisa dipilih sesuai selera kita), buah (pisang, semangka, apel tergantung hari), sayur (dalam bentuk sup), dan Yakult. Menurut info dari seorang karyawan di LGEIN, makan siang yang dimakan karyawan setiap harinya itu seharga Rp 7000,00. Lumayanlah untuk makan siang gratis setiap hari.. Yang selalu saya habiskan adalah buah dan yakultnya. Selain dari itu saya tidak sanggup. Rasa masakannya terlalu pabrik, hambar.

Selain itu saya tidak mengemil. Makanan yang masuk ke perut saya selama kape ini hanyalah susu, makan siang, susu, makan malam, sangobin, dan enervon-c. Asupan gizi terakhir adalah berkat saran om saya (saya bukan tipe pemakan obat dalam bentuk apapun dalam kondisi badan seperti apapun). Menurut beliau belakangan ini saya terlalu sering sakit, badan saya terlalu ringkih. Menurut beliau, “Masa hanya karena seharian kena AC kamu bisa pusing banget sih na?“. Percaya atau tidak tapi saya tidak pernah merasakan seperti itu. Yang ada di pikiran saya adalah beliau terlalu membesarkan-besarkan atau hanya ingin mengusili saya.

Sampai dengan tadi pagi saat saya akan mengambil video perakitan lagi. Si operator ke-12, Mbak Sumi, kemudian menyapa saya dengan muka prihatin yang perkataannya membuat saya tersentak “Mbak nadia kok makin kurus banget sih? Ga dikasih makan ya sama LG?“. Teng tong.. Saat itu saya langsung melihat jari-jari tangan saya kemudian meraba pergelangan tangan saya. Dan yang terbersit di pikiran saya adalah “Sial.. ini orang sok tau banget“.

Haha. Intinya saya tertampar.. Seorang operator yang tidak begitu dekat dengan saya ternyata menyadari adanya perubahan pada tubuh saya, yang bahkan tidak saya sadari. Betapa perhatiannya (baca: baik) operator tersebut dan betapa cueknya saya pada diri saya sendiri. Mungkinkah ada hubungannya antara tidak pernah menghabiskan makanan, jarang makan, dengan tubuh saya yang sering sakit seperti kata om saya?

Oke saya mengaku, batuk saya belum pernah sembuh sejak saya sampai di bekasi seminggu yang lalu. Kadang-kadang batuk saya kambuh dan membuat sesak nafas seperti sedang asma. Tapi menurut saya itu karena udara bekasi yang tidak bersih, bukan karena tubuh saya yang sedang lemah.

Tuh kan.. saya menghindar lagi. Hahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: