KP oh KP [4]: topik kape meresahkan hati

10 Jun
nico 34353156

Perusahaan yang saya pilih untuk menjadi tempat saya kape adalah PT. LG Electronics Indonesia [selanjutnya disingkat dengan LGEIN]. Kabar terbaru adalah saya menolak Chevron. Apakah saya bangga pernah berkesempatan menolak tawaran kape dari Chevron? Tidak. Saya sedih, sangat sedih sekali. Saya sangat ingin bisa kape di perusahaan berinisial C tapi kelas dunia itu. Saya bisa dengan sombongnya menolak kape di C adalah karena saya hanya akan ditempatkan di tim HR (Human Resources), harap dicatat tanpa mentor yang mendampingi saya selama kape. Bagaimana mungkin saya bisa bertahan kape tanpa mentor? Apalagi di bidang yang bukan merupakan ketertarikan saya.

Jadi disinilah saya di ruang TDR-3 LGEIN duduk di kursi sambil memandangi laptop [yaa begitulah.. saya tidak difasilitasi dengan komputer oleh perusahaan sehingga harus membawa komputer pribadi], diapit oleh si norvel dan seorang karyawan bagian produksi LGEIN [sebut saja dengan Pak D]. Doakan saya mendapat pencerahan mengenai topik kape hari ini agar saya tidak perlu menatap kosong layar komputer lebih lama lagi. Perlu diketahui, hari ini hari ketiga saya kape di LGEIN dan sudah 2 kali topik kape saya ditolak oleh sang pembimbing.

Apakah saya terlalu tergesa-gesa dalam menentukan topik kape? Saya tidak tahu. Tapi yang terjadi di LGEIN adalah sejak hari pertama saya dan si norvel sudah ditagih oleh bapak-bapak disini mengenai topik kape kami, bahkan rincian kegiatan yang akan dilakukan setiap hari, lengkap dengan data yang dibutuhkan. Wow..? Apakah mereka begitu bersemangatnya menyambut saya dan si norvel kape di LGEIN? Sepertinya tidak, memang begitulah prosedurnya. Jadi otak saya harus berpikir cepat menentukan apa yang akan menjadi topik kape saya.

Inilah kelemahan menjalani kape di perusahaan yang tidak memiliki kurikulum untuk mahasiswa yang kape di perusahaan tersebut. Jika tidak memiliki rencana atau tidak dapat mengidentifikasi masalah yang terjadi di perusahaan yaa… silahkan berbingung ria. Karena perusahaan benar-benar membebaskan mahasiswa untuk melakukan kegiatan apapun, mencari data apa saja dengan cara apapun. Pembimbing pun tidak bisa dimanfaatkan begitu saja karena jika kita menghadap pembimbing dengan tangan hampa maka pembimbing tidak bisa membantu apa-apa. Karena pembimbing sifatnya mengarahkan, bukan memberikan.

Berpikir ulang untuk kape di LGEIN? Hmm… nanti dulu. Ini baru hari ke-3 kawan😉

read also norvel’s story 1st day 2nd day 3rd day

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: