hati2 terlalu lama menelepon

27 May

kemarin malam saya mengalami susah tidur.. benar-benar susah tidur badan balik kanan balik kiri mata tidak terpejam juga. guling-guling di atas kasur juga sudah tapi mata tetap membandel tidak mau merem. disebabkan rasa sakit yang kembali menyerang kepala saya. yang anehnya hanya kepala bagian kiri saja. benar-benar sakit, physically. bukan karena pusing karena banyak pikiran atau apapun itu.

migrain? bukan… saya rasa tidak. karena rasa sakitnya beda saat si migrain dengan kejamnya menyerang kepala saya. atau hanya perasaan saya saja? hmm.. entahlah saya tidak tau. malas juga periksa ke dokter hanya karena alasan sakit kepala.. bisa-bisa si dokter hanya tersenyum-senyum sambil bilang “istirahat yang cukup aja.. kamu kecapekan” penjelasan standar yang sering didengar dari para dokter. kemudian dikasih panadol atau apapun itu obat penghilang rasa sakit kepala *no offense buat dokter-dokter diluar sana*.

atau karena kemarin saya tidak makan malam? hmm… sepertinya bukan itu penyebabnya.

tiba-tiba saya teringat pada perkataan dosen saya Mr. ICL saat mengajar perancangan sistem kerja & ergonomi saat saya masih tingkat 2. beliau pernah menjelaskan bahaya menelepon menggunakan handphone dalam jangka waktu lama. pernah ada percobaan dilakukan *maaf banget saya lupa oleh siapa😦 tapi jurnalnya bisa didonlod bebas katanya* dan hasilnya cukup menakutkan saat itu bagi saya. mengingat saat itu masih jamannya heboh menelepon berjam-jam menggunakan handphone cdma ke sesama operator yang saya dan teman-teman saya lakukan. bahkan untuk pembicaraan yang tidak penting… hohoho *kangen juga pada masa-masa itu.. sekarang sudah tidak mungkin lagi wasting time seperti itu huhu*

jadi percobaan dilakukan dengan menggunakan 2 buah telepon genggam yang ditaruh berdekatan (jarak 50 cm kalaui tidak salah) dan di antara kedua handphone tersebut diletakkan sebutir telur ayam mentah. kemudian percakapan dilakukan antara handphone1 dan handphone2 (disimulasikan dengan mengirimkan gelombang elektromagnetik antar handphone). dan hasilnya… hanya dengan beberapa menit saja (katakanlah 5 menit. maaf lagi-lagi saya lupa. karena memang benar-benar dalam waktu yang singkat seingat saya), si butir telur yang ditaruh di tengah-tengah kedua handphone tersebut, sudah dalam keadaan MASAK. bukan mentah lagi. hasil yang sama seperti memasak telur di panci

m e n y e r a m k a n

radiasi gelombang elektromagnetik dari handphone yang kita gunakan saat menelepon ternyata sanggup untuk “memasak” protein yang terdapat pada telur. hmm… apa jadinya pada protein-protein dalam otak kita yaa saat kita menggunakan handphone terlalu lama untuk menelepon? kalau kata Mr. ICL saat itu “kalau tiba-tiba kalian jadi tidak pintar lagi saya tidak akan heran karena otak kalian sudah membeku akibat kebanyakan bergosip di telepon

oh tidak.

memang itulah saya lakukan tepat sebelum saya tidur. bukan bergosip di telepon. tapi menggunakan handphone terlalu lama (baca: sejaman) karena ditelepon oleh teman saya si ETW. kegiatan yang sudah lama sekali tidak saya lakukan.. mestinya berdampak sesuatu pada kepala saya kan? yang saya bingung.. kenapa tadi pagi teman saya tidak mengeluh apa-apa tentang kepalanya. juga mengenai pulsa handphone cdma-nya yang digunakan untuk menelepon handphone gsm saya.. kenapa tidak habis-habis itu pulsa? haha

3 Responses to “hati2 terlalu lama menelepon”

  1. Yellow May 28, 2009 at 6:42 pm #

    Iya gw juga pernah denger masalah handphone dan telur. Karena itu juga bukan sampai pada rame bikin “penangkal radiasi” (mohon dibaca aksesoris kerlap-kerlap lampu warna-warni yang sekarang tidak jelas kabarnya) yang bisa ditempel atau dipasang di handphone.

    Yang gw juga dengar katanya radiasi terkuat justru pada saat awal telepon (pas yang ditelepon masih bunyi tuuuuut… tuuuuut… tuuuuut), karena itu lebih baik pakai headset (kabel bukan bluetooth) sambil jaga jarak dengan handphone-nya ha ha.

    Semoga cepat sembuh sakit kepalanya. Kalau berlanjut, coba minta periksa CT-Scan.

    • ladysherry June 2, 2009 at 6:13 am #

      wah masa? wow.. si aksesoris kerlap kerlip itu manfaatnya nesar yaa ternyata. gw kira cuma buat kerla kerlip aja haha

      hmm… masa2 si aksesoris kerlap kerlip kan pas gw smp.. dan gw baru tau cerita handphone dan telur waktu kuliah tingkat 2… parah parah.. kemana aja gw hehe

      iya gw tau itu.. makanya clamshell phone lebih baik daripada yang bar kan. antena nya lebih jauh ke kepala yang clamshell🙂

      *wah… memang gw sakit parah?

  2. yoan sulistyo May 16, 2010 at 2:07 pm #

    eh?Mr. ICL?
    awalnya sempet mikir, dosen siapa yang punya singkatan nama kaya gitu, ternyata….dibaca begitu saja ya??huahahha!!

    smoga sakit kepala lo bukan krn itu ya nad…serem juga kalo otak lo jadi mateng kaya telor……….ok, let’s not talk about that -__-“

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: