[review] Push The Movie

20 May

tinggalkan sejenak kekacauan blog saya.. izinkan saya membahas film yang baru saja beberapa jam yang lalu saya tonton bersama teman saya si ‘divine strength’. biarkanlah kami si mahasiswa-mahasiswa pusing berkat ujian simulasi komputer ini melepas kepenatan dengan menonton yang segar-segar😉

film yang dibintangi oleh Chris Evans dan Dakota Fanning ini saya dan teman saya tonton dengan membeli tiket yang hanya berjarak 15 menit sebelum jam pemutaran. niat awal kami ingin menonton Angels & Demons. tentunya kamu tau filmnya Tom Hanks yang merupakan sekuel dari film Da Vindi Code ini (padahal Angels & Demons novel karangan Dan  Brown keluar lebih dulu daripada Da Vinci Code.. berarti seharusnya Angels & Demons prekuel dari Da Vinci Code hoho).

tapiii berhubung sudah telat 15 menit (untuk menonton Angels & Demons) dan jam pemutaran berikutnya baru ada 2 jam setelahnya maka kami pun memutuskan untuk beli kucing dalam karung.. nonton Push. yang bahkan saat itu kami tidak tau siapa saja pemainnya. dan tentang apa filmnya.. benar-benar buta tentang film tersebut. yang penting nonton *yeeeiiyy!* karena kami benar-benar desperado sehabis mengerjakan uas terkelam itu..

dan ternyata pilihan tersebut tidak salah. walaupun filmnya mengenai kekuatan supranatural (the genre is sci-fi thriller though) *dan pastinya ada bumbu percintaannya haha* tapi bukanlah sebuah tontonan jelek untuk melepas ketegangan urat-urat syaraf di otak. bayangkan kalau kami harus nonton Angels & Demons yang harus mikir dulu.. mengingat-ingat apa isi novelnya padahal sudah  beberapa tahun yang lalu saya baca buku tersebut.. mikir lagi… belum sanggup deh haha.

ada yang percaya dengan kekuatan seperti yang di film (telekinetik -pusher-, melihat masa depan -watcher-, penyembunyi aura -shadower-, pencipta suara ultrasonik -bladder-, pembaca pikiran -aduh saya lupa…-, dll) nyata, ada yang tidak. saya memilih untuk percaya apa yang ada di film saja.. mau setidak masuk akal apapun kejadian yang di dalam film saya terima saja.. karena toh hanya di film. hey, it’s a movie! just enjoy it… tapi di kehidupan nyata… hmm. mungkin ga ya?😀

PS: Dakota Fanning sedang masa peralihan pada film itu. dari a lovable kid menjadi an amazing teenage girl. love it🙂

PPS: to read my late movie review, click here

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: