indonesia punya siapa

20 Apr

2 hari yang lalu (sabtu 18/04/2009) saya menghadiri International Day di aula timur itb bersama beberapa orang teman saya. ternyata untuk masuk kesana, harus menggunakan tiket seharga 20ribu rupiah. mahal? mungkin saja.. tapi dengan makan malam dan souvenir yang didapatkan saya kira harga tersebut cukup memadai. ditambah lagi sudah beberapa bulan terakhir ini saya tidak menonton bioskop, ya sudah tidak apa-apa

acara ini dipandu oleh 2 orang master of ceremony, laki-laki dan perempuan *rav gila lw keren abis waktu itu🙂 hehe*. menampilkan kesenian dari berbagai negara yang mahasiswanya datang kuliah ke itb dan kesenian indonesia juga tentunya (sebagai pembuka). namun kesenian jepang ditampilkan oleh unit kesenian jepang (ukj) itb, bukan oleh mahasiswa jepangnya sendiri, karena tidak terdapat mahasiswa jepang yang kuliah di itb *tidak heran.. mestinya memang mahasiswa indonesia yang kuliah di jepang hohoho*.

negara-negara yang menampilkan atraksinya di international day: malaysia, cambodia (kamboja), madagascar, netherland (belanda), viet nam, lao (laos), thailand,  czech (ceko)

Flag of Malaysia

Flag of Malaysia

Flag of Cambodia

Flag of Cambodia

Flag of Madagascar

Flag of Madagascar

Flag of Netherland

Flag of Netherland

Flag of Viet Nam

Flag of Viet Nam

Flag of Lao

Flag of Lao

Flag of Thailand

Flag of Thailand

Flag of Czech

Flag of Czech

Flag of Japan

Flag of Japan

sepulangnya dari acara tersebut (saya dan teman saya tidak menonton international day sampai selesai.. sayang juga) langsung kabur ke wisudaan jurusan saya di dago atas. beberapa selentingan yang saya dengar “berasa kayak prom esema deh acaranya di dago”. bahkan ada yang ekstrim mengatakan “kayak junior high school prom tau acaranya di gedung olahraga”. hohoho… no further comment😀

mari membahas 2nd international day saja. saya bukan nasionalis.  tapi, pikiran saya dipenuhi banyak pertanyaan sepulang menonton acara tersebut. seperti kenapa indonesia dengan seenaknya mengubah nama resmi sebuah negara? cambodia menjadi kamboja. japan menjadi jepang. sampai egypt menjadi mesir. pengucapan yang jauh sekali perbedaanya bukan?

kenapa banyak sekali pertentang antar negara serumpun? british – france. iran- irak. india – palestine. malaysia – indonesia. bukti nyata baru saya rasakan malam itu. mahasiswa malaysia yang mempresentasikan negaranya menampilkan (baca: ibut mengklaim) lagu RASA SAYANGE dan BAJU KEBAYA itu berasal dari malaysia. bahkan pada slide tersebut juga ditampilkan kesenian reog, yang sepertinya juga mereka klaim sebagai budaya malaysia.

Baju Kebaya

Baju Kebaya

saya sedih. saya kira klaim tersebut hanya dilakukan pemerintah malaysia saja, dalam kepentingan politik. tapi ternyata nampaknya hal tersebut sudah mendarah dalam pendidikan malaysia. dibuktikan oleh (tanpa merasa bersalah karena akan dan telah melukai perasaan mahasiswa indonesia saat itu) mahasiswa malaysia sendiri yang seharusnya berpikir kritis dan mempunyai pengetahuan mengenai budaya asli negaranya, bukan hanya menerima saja saat pemerintahnya mengklaim suatu budaya yang bukan miliknya.

kalau begini caranya, indonesia harus bergerak cepat untuk mempatenkan seluruh budaya kita agar tidak menyusul klaim-klaim tidak tahu diri dari negara lain. kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi

10 Responses to “indonesia punya siapa”

  1. fransisca April 20, 2009 at 4:07 pm #

    lem kenal nie

  2. Prils April 20, 2009 at 4:09 pm #

    junior high school prom… hahaha

  3. Prils April 20, 2009 at 4:20 pm #

    oiya gw baru search nama2 negara tersebut. (hahaha)
    justru Mesir itu lebih nyambung lo, karena aslinya dari bahasa arab Misr atau Masr. Malah Egypt yang ga tau darimana.. haha. Kalo Belanda masa dari bahasa Portugis: Holanda -> olanda -> wolanda -> bolanda -> “Belanda”. hehee…

    • ladysherry May 19, 2009 at 2:11 am #

      tau dari mas wiki ya prili? oke banget dah tu emang..hohoho
      wahh berarti bahasa inggris kenal serapan juga yaa *selain dari prancis kuno tentunya*

  4. cenya95 April 20, 2009 at 5:21 pm #

    Hmmm…. banyak orang Indonesia yang kabur ke luar negeri membawa kebudayaan asal. Mereka tinggal hingga beranak cucu.
    Nah cucu mereka ini yang merasa itu budaya mereka padahal mereka tidak tahu sejarahnya mereka menjadi imigran.
    salam

    • ladysherry May 19, 2009 at 2:12 am #

      kabur? hehehe.. seolah2 penjahat perang deh😀
      gitu yaa? sayang juga tuh kalau jadi hak milik kebudayaan negara yang didatangi.. padahal itu kan milik negara asal

  5. gitaditya April 21, 2009 at 7:34 am #

    high school prom? hehehe.. sepakat. :p

    • ladysherry May 19, 2009 at 2:13 am #

      makasi komennya ka gita🙂
      ehehehe… hanya merangkum komentar yang saya dengar😀

  6. ra i April 29, 2009 at 1:36 am #

    perasaan gw udah comment di post ini..
    kemana perginya comment gw nad????

    • ladysherry May 19, 2009 at 2:18 am #

      ga mungkin gw hapus sih ra.. kalau kehapus psti ge bilang koo
      mungkin emang belum lw komenin ajaa🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: