pilih singapur atau jepang

9 Mar

masih inget dosen hebat yang saya input quotenya di post saya anak jurusan mana? mari kita beri penghormatan karena ini untuk kedua kalinya beliau saya sebut-sebut dalam blog saya. memang orang hebat… oke sebut saja beliau dengan mr. bpi *isn’t so obvious who he is? HEHE*.

pagi ini saya mengingat-ingat perkataan beliau (well once again. i do think a lot. that’s what makes me a melancholic person). saat itu sedang kuliah pemodelan sistem. beliau menceritakan open system (keadaan dimana sistem berinteraksi dengan lingkunganya) dan close system (keadaan sistem tidak berinteraksi dengan lingkungannya), CMIIW.

lalu mr.bpi bercerita mengenai 4 anak kulit hitam yang memperebutkan ayah siapa yang paling hitam. anggap saja semakin hitam sesorang, semakin tinggi derajatnya di daerah tersebut, begitu kata beliau.

anak1: yang paling hitam adalah ayahku. lihat saja kulitnya yang hitam legam dibawah sinar matahari.
anak2: yang paling hitam adalah ayahku. bukan hanya kulitnya saja yang hitam. kemarin saat ayahku berdarah, darah-darahnya pun hitam.
anak3: yang paling hitam adalah ayahku. bukan hanya kulitnya saja yang hitam. kemarin saat ayahku patah tulang, ada yang hitam-hitam menonjol keluar. kukira apa, ternyata itu tulang ayah yang berwarna hitam.
anak4: ah kalian ini. cuma segitu saja sudah bangga. kalau begitu jelas ayahku yang paling hitam. kemarin saat aku baca buku, ayahku lewat di depanku. tiba-tiba pandangan gelap tertutup sesuatu yang hitam-hitam. ternyata, kentut ayahku yang berwarna hitam.

ha
ha
ha

jangan tanya saya apakah memang ada sebuah suku yang sebegitu menganggap penting seberapa hitam kulit seseorang. yang saya tangkap adalah sebuah analogi yang sangat hebat yang mr.bpi ceritakan. bahwa yang paling baik itu adalah orang-orang yang bisa berbuat sesuatu (baca: baik) bukan hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk lingkungannya, untuk orang-orang disekitarnya.

mr.bpi kemudian menambahkan dengan bercerita mengenai kultur orang singapur dan kultur orang jepang yang diketahuinya.

kultur orang jepang:
dimana pun mereka berada, baik di jepang maupun bukan di negaranya. mereka akan tetap buang sampah di tempatnya. mereka melakukan ini bukan atas dasar takut dan taat pada peraturan, melainkan karena sudah kebiasaan sejak kecil. hasil pendidikan dini yang dengan ketat diterapkan di sekolah dasar mereka. sampah pun digolongkan atas organik, non-organik, plastik, blalabla. bahkan di lingkungan tempat tinggal mereka sudah terdapat jadwal pembuangan sampah, kapan saja yang organik, kapan yang non-organik.

kultur orang singapur:
buang sampah di tempatnya hanya saat di singapur saja. hal ini dilakukan karena takut pada denda yang harus dibayar jika mereka buang sampah sembarangan. karena itulah singapur dijuluki dengan fine (arti: denda. BUKAN baik) city.

mr.bpi pernah menemukan sepasang singapur yang membuang sampah di laut indonesia seenaknya, saat menyebrang ke indonesia menaiki ferry melalui batam. bayangkan.. baru beberapa mile dari singapur, sepasang singapur tersebut bisa dengan mudahnya membuang sampah sembarangan. jika kembali ke analogi 4 anak kulit hitam tersebut. maka orang-orang jepang adalah ayah dari anak4, sementara orang singapur anak1. tingkat ketaatan orang singapur baru sebatas permukaan saja. belum sampai ke dalam diri mereka, kesadaran dari dalam diri untuk mmbuang sampah ditempatnya, dimana pun, kapan pun.

hmm…bagaimana dengan orang indonesia? saya rasa, kita sama sekali tidak ada hitam-hitamnya.

8 Responses to “pilih singapur atau jepang”

  1. bintang March 9, 2009 at 12:47 pm #

    ~di cerita 4 anak kulit hitam :

    lalu tiba-tiba ada anak kelima yang datang. lalu dia berkata “kalian semua kalah! bapak saya jauh lebih hitam! liat aja kl bapak saya mandi, airnya pun luntur jadi hitam!”

  2. meongijo March 9, 2009 at 9:29 pm #

    kirain kamu mau kuliah ke jepang ato singapur nad.. haha

    hey blogmu aktif lagi… semangaaat

    • ladysherry May 20, 2009 at 10:56 pm #

      atraktif kan judul post ny…hahaha :p

  3. ira wulandari March 10, 2009 at 1:29 am #

    aku tauu siapa mr. bpi!!!
    huihui
    emang nad. kita tuh jangan TERPAKSA BERBUAT BAIK
    karena pingin diliat baik atau karena pingin dianggep baik sama orang

    tapi ya kita berbuat baik karena emang itu adalah kita. gw yakin kok setiap manusia itu pada dasarnya putih bersih. pada dasarnya baik.cuman emang lingkungan itu yg jahat, yg bikin kita jadi ga bener. makanyaa nad. kalo lo melihat ada sesuatu yang ga bener, harusnya lo tuh sadarkan. lo peringatkan. karena sesungguhnya kalo kita diem ajaa..kita itu membantu dia membuat ketidakbaikan dan kita itu yg bikin dia jadi semakin2 tidak baik.

    itulah yg dinamakan social responsible. karena kita makhluk sosial. gw harap gw akan lebih berani buat bicara. tapi sampe saat ini, kadang2 gw diem aja ngeliat ketidakbaikan. huhuhu fool me.

    btw,kalo gitu ntar gw s3 di jepang aja deh.
    *lohh terus kenapaa?

    • ladysherry May 20, 2009 at 10:57 pm #

      iya ra..i’ll try yaa…to speak up when i see something bad happens *ko jadi kyk bahasannya blog gw yg d garedelavie sii ra?hahahaa*
      y iy lah jepang..masa singapur…dya kn dulu bljr dr indo tuh *kata2 org yg ga rela udah dikalahin HAHAHA*
      jepang y ra?amin deh..tp emg lw mw ambil s3?hehhe

  4. nadifa March 29, 2009 at 1:33 am #

    hahahhahaha.
    gw suka ceritanya.

    tapi kok begitu baca komennya bintang, gw membayangkan ayah dari anak yang kelima itu cumicumi yaa??
    hhahahah

    • ladysherry May 20, 2009 at 11:00 pm #

      cumicumi? temen nya gurita yaa? hahhahaa…

      anyw tengkyu na…lw juga bakal ngefans si dosen kalau di ajarin ma beliau🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: