home sweet home

28 Apr

setelah lebih dari 3 minggu terhitung dari hari terakhir uts yang saya jalani. ternyata saya masih mengidap syndrome malas-akibat-shock-melihat-hasil-uts. karena itu hari minggu malam kemarin saya dengan santainya tanpa perasaan bersalah tidur jam 9 malam. keinginan untuk tidur nyenyak senyenyak-nyenyaknya sampai matahari bersinar itu *mengikuti aturan jam tidur untuk bayi* ternyata tidak dapat terkabul karena saya terbangun *yang anehnya secara alami tanpa teriakan dari alarm manapun* jam setengah 4 pagi hari.

menyadari bahwa perut saya keroncongan karena saya lupa untuk makan malam pada kemarin harinya. maka saya turun ke bawah untuk mencari makanan. karena saat itu masih sangat pagi maka saya malas untuk mengunyah nasi *niatnya ingin menahan lapar sampai matahari terbenam*. akhirnya yang masuk ke perut saya pagi ini adalah setangkup roti. segelas susu. di tambah 600 ml air putih. kemudian saya berniat untuk tidur lagi menunggu adzan subuh berkumandang.

namun saat akan masuk ke kamar. mata saya secara naluriah tiba-tiba tertuju pada pintu di lantai atas rumah yang menuju teras luar *yang secara kebetulan bersebrangan dengan pintu kamar saya*. setengah tergesa saya mengecek handle pintu yang tertutup itu. dan donk donk…
pintu tak berdosa itu dilupakan seluruh orang rumah kemarin malam. ditinggalkan begitu saja dalam keadaan tidak terkunci.

setengah senang setengah panik saya tersenyum. kejadian ini sudah yang ketiga kalinya saya menemukan pintu yang sama dalam keadaan tidak terkunci semalaman. terimakasih Tuhan rumah saya masih dan tetap aman

***
yahh walaupun sebenarnya tidak ada yang bisa diambil dari rumah saya jika ada yang berniat malingin. tapi kann lumayan seram kalau yang mengambil kesempatan masuk rumah saya adalah psikopat. mengingat tidak ada anggota keluarga yang pernah mengunci pintu kamar. amat sangat tidak lucu kalau saya sekeluarga masuk koran pagi karena ditemukan menjadi korban mutilasi menjadi kepingan-kepingan si psikopat gila. amit-amit… semoga tidak akan pernah terjadi. amiinn
***

padahal rumah saya tidak di perumahan. padahal rumah saya tidak ada satpam yang menjaga. apalagi anjing penjaga. tapi rumah saya aman sentosa. terimakasih tuhan. lingkungan rumah yang selama ini membuat saya parno bakal terjadi yang buruk sesuatu ternyata baik-baik saja.


morale: your home is your kingdom

2 Responses to “home sweet home”

  1. ira June 17, 2008 at 3:33 pm #

    LO GILA APA NAD?? rumah lo bener2 ada di pinggir jalan..
    ahhh dikau ini.. besok2.. di cek lagi ya sebelom bobok..
    ok2?? ahhhh kau ini..

    • ladysherry May 20, 2009 at 11:57 pm #

      ‘rumah lo bener2 ada di pinggir jalan’..eh?? apa sh?emg iyaa kn ra?
      jd bingung gw…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: