love our earth [2]: sebuah keluh kesah

19 Mar

baru saja kemarin saya katakan pada post love our earth [1]: gaya hidup atau beneran peduli? bahwa :

…masalah sampah mendera kota bandung mulai dari beberapa tahun yang lalu sampai dengan sekarang [masalah yang belum terpecahkan juga sampai saat ini]…

hari ini sehabis tanding voli [lagi.. saya dan teman-teman tim voli mengikuti sebuah turnamen. doain menang yaa🙂 ] saya terjebak hujan dalam perjalanan pulang menggunakan kendaraan umum [yah.. sebut saja namanya angkot]. sepanjang perjalanan saya bingung. saya sedang menaiki kendaraan beroda empat atau naik perahu? apakah saya berada di vienna karena menggunakan perahu [baca: gondola] di tengah kota?

lalu saya terhenyak. kota bandung sudah separah itu ternyata. air mengalir di jalanan yang seharusnya dilalui oleh kendaraan [bermotor ataupun tidak] saja. kemana para got parit gorong-gorong di kota ini? tidak ada tempat bagi air hujan untuk mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah [ingat..bandung itu berbentuk cekungan karena dulunya merupakan danau purba] sehingga air hujan mengalir bak air bah di jalanan. ini bukannya melebih-lebihkan. saya melihat kejadian nyata di jalan setiabudhi. air menggenangi jalan [mencapai ketinggian 5cm] mengalir ke tempat rendah [membawa sampah-sampah yang berserakan di jalan] dan menghantam apa saja yang menghalanginya [seperti mobil yang sedang berjalan, motor yang sedang parkir, bahkan gerobak es cincau pun tak luput dari terjangan si air yang mengalir seenaknya saja di jalanan].

sistem drainase kota bandung sudah sepatutnya diperbaiki. mungkin ini akibat dari kesalahan mendasar karena mengembangkan bandung sebagai kota besar padahal awalnya bandung dirancang hanya untuk ditinggali oleh 5000 kepala saja [sekedar info. saat ini sudah lebih dari 500000 orang yang mendiami kota bandung].

apakah ini salah pendatang? apakah ini salah orang asli bandung? keadaan bandung yang seperti ini adalah kesalahan orang-orang yang bertempat tinggal di bandung [baik asli maupun pendatang] yang tidak menjaga kota bandung. dengan berbuat seenaknya tanpa peduli bagaimana dampaknya pada lingkungan.

apakah kamu menggunakan motor?

apakah mobil kamu lebih sering diisi oleh satu orang?

apakah kendaraan bermotor kamu berusia lebih dari 10 tahun?

apakah kamu senang membuang sampah sembarangan?

apakah kamu sering meninggalkan lampu kamar [atau rumah atau kosan] dalam keadaan menyala?

apakah kamu suka membakar sampah?

apakah kamu biasa merokok di tempat umum?

apakah kamu orang yang tidak terpisahkan dari plastik?

orang yang membawa-bawa tissue dibanding saputangan atau handuk?

apakah kamu suka menggunakan barang yang mengandung cfc?


jika ya.. kamu adalah mereka, si tidak penjaga kota bandung.


*sebenarnya permalahannya tidaklah sesederhana itu. tapi untuk mengurangi masalahnya, bisa kita lakukan dengan melakukan tindakan sederhana yang dimulai dari diri kita sendiri, seperti tidak membuka keran besar-besar saat mencuci tangan🙂 *

**sekedar mengemukakan pendapat hanya untuk mewacanakan. sebuah keluh kesah pengguna jalan yang bosan karena selalu terjebak macet saat hujan**

2 Responses to “love our earth [2]: sebuah keluh kesah”

  1. uli March 22, 2008 at 1:35 am #

    Katanya Bandung Banjir yah??kena ga??Katanya tiwi teman2 dapat??

    • ladysherry May 21, 2009 at 12:03 am #

      bandung banjir… tapi bandung utara ga deh kayak waktu itu
      hehe😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: