about my grandma

23 Oct

saya kuliah disini. di institut yang jika bisa berbicara akan menyebut dirinya sebagai ‘institut terbaik bangsa‘. bahkan institut ini sudah menyambut mahasiswa-mahasiswa barunya dengan ucapan “selamat datang putra-putri terbaik bangsa“. saya? bukan. kalau kata teman saya “selamat datang putra-putri terbaik BIMBEL“. HAHHAHA. malah adik saya menyebut institut ini dengan “institute of senangs-senangs” *sok tahu memang adik saya. kuliah disini saja belum*.

oke. jangan dibahas. saya sedang tidak berniat menjelek-jelekkan institut tersayang ini. apalagi saya dapat kuliah disini. sesuai dengan saya. sesuai dengan cita-cita nenek saya. and this is what i wanna talk about.

selama ini saya mengira bahwa saya sangat ingin bisa kuliah di institut karena ingin mengikuti jejak ibu saya. thought i wanna be like her. but no.

kalau kata teman saya “saat-saat di kamar mandi adalah saat-saat dimana kita paling pintar dan paling jujur“. mungkin ada benar juga… saat saya tadi sedang bengong di kamar mandi, tiba-tiba muncul sekelebat bayangan masa saya kecil dulu. sewaktu nenek saya masih ada.

latar belakang: kejadian terjadi saat ibu saya di wisuda. tunggu.. jangan bingung dulu. ibu saya nikah muda. jadi beliau mengandung saya waktu beliau masih kuliah *gilaa.. dalam kandungan saja saya sudahh bolak-balik institut ini. mendarah daging sekali yaa…HAHHA*.

saya saat itu ingin ikut ibu saya ke acara wisudaan  tetapi tidak izinkan karena saya masih kecil. takutnya saya membandel disana, mengganggu prosesi blablabla… karena memang sejak kecil saya sudah keras kepala maka saya merengek ingin ikut ibu. nenek kemudian menenangkan saya dengan bilang “na… kamu masih kecil. nanti kalau sudah besar kamu baru boleh ikut. jadi kayak mama ya sayang. sekolah di ***. sekarang kamu di rumah dulu saja main sama tante.

tidak kebayang.. dari kecil sekali (umur batita) saya sudah mendengar kata-kata ***. bahkan sejak battita itu juga saya sudah di suruh masuk ***. tidak heran saat sudah besar saya benar-benar penasaran ingin masuk ***. setelah masuk, diterima, dan kuliah disini, saya tidak tahu harus mengasihani diri atau malah berterimakasih kepada nenek saya.

sebenarnya saat ini saya sedang terkena syndrome ‘kangen nenek’. beliau sudah lama sekali pergi, kalau tidak salah sewaktu saya berumur 4 tahun. tapi tidak tahu kenapa saya merasa dekat sekali dengan beliau. beliau adalah orang yang paling saya sayangi sedunia. bahkan (saia rasa) beliau adalah orang yang paling menyayangi saya. bukan ibu saya. bukan ayah saya. juga bukan adik-adik saya.

saya ingat tahun lalu saya menangis sewaktu akad nikah tante saya (adik paling kecil ibu saya). yang menemani kakek saya mengucapkan ijab kabul itu ibu saya (harap maklum.. ibu saya itu anak pertama dalam keluarganya). saya menangis.. karena kalau nenek masih ada, pasti nenek saya yang maju ke depan menemani kakek. bukan ibu saya.

saya juga tidak suka dengan bau rumah sakit (ataupun bau laboratorium kimia dimana pun itu, dan bau obat-obatan blablabla). kenapa? karena sewaktu kecil, saya sudah harus bolak-bolik rumah sakit menjenguk nenek saya yang di rawat disana saat itu karena mengidap penyakit. bagaimana mungkin saya tidak membenci rumah sakit? bau-nya itu mengingatkan saya pada orang yang paling saya sayangi, yang tidak akan mungkin bisa saya temui lagi. bau-nya mengingatkan saya bahwa nenek saya meninggal disana. seolah-lah rumah sakit yang sudah merengut nyawa nenek saya, yang menyebabkan nenek saya pergi jauh meninggalkan saya.

hiks…

jadi ingin nangis lagi… saya benar-benar kangen nenek..

tapi saya tidak boleh cengeng. kat nenek, saya harus menjaga ibu saya baik-baik. jaga adik-adik saya. teman saya pernah bilang “orang yang sudah pergi bukan untuk ditangisi. raga mereka boleh tidak ada. tapi jiwa mereka akan tetap di hati. mereka pergi bukan untuk dilupakan. tapi untuk selalu diingat. dengan begitu mereka akan selalu hidup. selalu menemani kita“.

love you grandma. always.

morale: you will never walk alone when you have somebody who is always in your heart

2 Responses to “about my grandma”

  1. si~j@ya September 2, 2010 at 11:06 am #

    seorang cucu cerita ttg neneknya … sang idola …😉
    sayang sang nenek sdh tiada tatkala cucunya benar2 membuktikan ‘pesan – sang nenek … menarik sangat!

    • nadiafriza September 2, 2010 at 12:21 pm #

      aaaa makasih udah komen di postingan yang ini mas.. jadi kangen nenek😐

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: