Pertama-tama, saya ingin berterimakasih pada Mbak Putri Usagi, karena, lagi-lagi, berkat postingannya saya bisa menulis postingan yang sekarang ini (untuk membaca tulisan beliau, klik disini). Ya, saya yang terisolir dari dunia pernovelan Indonesia ini baru mengetahui bahwa Andrea Hirata telah menerbitkan novelnya yang terbaru berkat postingan beliau. Novel terbaru tersebut adalah dwilogi Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas yang uniknya dicetak secara bersamaan, seperti dua sisi mata uang, eh mata buku, eh.. seperti dua buah buku yang tak terpisahkan.
Izinkan saya untuk sedikit sok-sokan mereview dwilogi terbaru dari Andrea Hirata tersebut. Seperti yang sudah saya lakukan pada review-review sejumlah film sebelumnya, saya usahakan untuk sesedikit mungkin membocorkan jalan cerita kedua novel tersebut, terutama bagi kamu yang belum sempat belum membaca keduanya. Ini adalah buku pertama yang saya review setelah kejadian memfollow twitter Mas Ve Handojo (untuk membaca novel terakhir yang saya review, klik disini).
Berdasarkan sejumlah review yang saya baca sebelum saya membaca dwilogi Padang Bulan, ada yang berkata bahwa:
“Seharusnya Laskar Pelangi itu hanya trilogi bersama Sang Pemimpi dan Edensor. Sedangkan Maryamah Karpov bertrilogi dengan Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas”.
Saat halaman yang saya baca baru sampai pada dwilogi bagian Pertama, yaitu Padang Bulan, saya sedikit setuju dengan pendapat tersebut. Tapi setelah saya selesai membaca dwilogi bagian kedua, yaitu Cinta di Dalam Gelas, saya memiliki pendapat yang lain.
Menurut saya, sudah tepat Andrea Hirata memasukkan Maryamah Karpov ke dalam tetralogi bersama Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, dan Edensor, karena pada tetralogi tersebut menceritakan kisah Ikal dan teman-temannya sesama Laskar Pelangi, walaupun dengan sedikit bumbu mengenai A Ling. Sedangkan sudah Padang Bulan berdwilogi dengan Cinta di Dalam Gelas, karena memang menceritakan mengenai Mak Cik Maryamah, walaupun, lagi, ada sedikit bumbu mengenai A Ling.
Hanya saja, menurut saya pemberian judul Maryamah Karpov pada tetralogi Laskar Pelangi kurang tepat. Mungkin sebaiknya novel tersebut berjudul Mimpi-mimpi Lintang saja. Sedangkan Cinta di Dalam Gelas pada dwilogi Padang Bulan, barulah lebih cocok diberi judul Maryamah Karpov. Karena pada Cinta di Dalam Gelas inilah Andrea Hirata baru benar-benar menjelaskan mengenai Mak Cik Maryamah itu.
Setelah selesai Cinta di Dalam Gelas, saya membaca ulang Maryamah Karpov, hanya sekedar ingin cross-check sebagai pembaca setia. Beberapa hal yang ingin saya garis bawahi adalah:
1. Pada MK (Maryamah Karpov), Mak Cik Maryamah sudah mempunyai memiliki anak bernama Nurmi. Sedangkan pada CdDG (Cinta di Dalam Gelas), Mak Cik Maryamah baru saja bercerai dari suaminya. Berarti bisa dibilang, CdDG terjadi lebih dahulu daripada MK, benar?
2. Pada MK diceritakan Arai menikah dengan Zakiah Nurmala, kemudian mereka berdua hidup bersama di Belanda. Sedangkan CdDG tidak menyebut-nyebut Ikal sama sekali. Kembali ke poin 1, MK terjadi setelah CdDG. Berarti kemanakah Arai selama CdDG berlangsung? Padahal pada Edensor diceritakan bahwa Arai kembali ke Belitong karena penyakit asma-nya kambuh. Ingat, Edensor – Padang Bulan – Cinta di Dalam Gelas – Maryamah Karpov.
3. Pada CdDG diceritakan bahwa Ikal pertama kali bertemu, alias berkenalan, dengan Mak Cik Maryamah di kantor pos, sedangkan pada MK diceritakan bahwa Nurmi itu adalah keponakan Ikal, dan Mak Cik Maryamah adalah adik dari Ibu-nya Ikal. Mana yang benar?
4. Pada CdDG diceritakan bahwa Warung Kopi Tak Usah Kau Kenang Lagi itu milik pamannya Ikal, Pak Cik Kahar. Beliau memiliki 3 orang pegawai, Midah, Hasanah, dan Rustam. Pada MK diceritakan bahwa Warung Kopi Tak Usah Kau Kenang Lagi itu dimiliki Syamsiar. Warung kopi yang berbeda dengan nama yang sama? Sepertinya tidak mungkin. Warung kopi yang sama? Berarti, siapakah Syamsiar? Apa hubungannya dengan Pak Cik Kahar?
Pertanyaan tak terjawab tersebut saya harap dapat terjawab pada novel Andrea Hirata yang selanjutnya. Juga pertanyaan tak terjawab yang telah muncul sejak halaman terakhir Maryamah Karpov habis saya baca, yaitu titik akhir mengenai hubungan Ikal dan A Ling. Karena kisah tersebut tidak selesai diceritakan dalam tetralogi dan dwilogi yang telah Andrea Hirata tulis. Sama seperti saya, silahkan kecele dan menunggu-nunggu novel selanjutnya wahai pembaca setia
PS: to read my late novel review, click here







akhirnya baca juga?
saya bukan pembaca setia andrea.. jadi manggut2 aza deh dengan resensi the devil’s advocate
yuhuu..udah lama lihat bukunya tapibelum sempat kubaca nih,,, jd tau bocorannya disini
Woww … berkat postingan *nadiafriza ini saya ibarat telah membaca tetralogi andrea hirata … Edensor, Maryamah Karpov, Mimpi-mimpi Lintang, trilogi, dwilogi, Padang Bulan, Cinta di Dalam Gelas …
terima kasih nadia …
aku belum dapat bukunya
hunting ah
memang menarik ceritanya.. dan membuat penasaran ingin tahu cerita selanjutnya…
salam superhangat
aku udah baca maryamah ama dwilogi padang bulan n cinta dalam gelas..
emang sih kok rasanya maryamah karpov ga sesuai ama isinya yah..
judul novel Maryamah Karpov tidak sesuai dengan isi novel nya..? setuju mbak fit
menurut saya referensinya bagus…patut dibaca kalo gt…mmhh..tengkyu..
Waduh bahasanya aku super ga ngerti…tapi maksudnya itu sih bisa lah aku raba dikit2…
ga ngerti bahasanya siapa ya? bahasa penulisan saya? ato penulisan Andrea Hirata pada novel2nya?
Hehehe saya baru sempet baca beberapa halama. Sumpah lagi males banget buat baca baca. Tapi setelah baca review ini jadi pengen baca lagi deh..
review yang menarik tapi saya kurang suka membaca buku hehe
thank you ya. (^_^)
aku jawab ya empat pertanyaan kamu…
1 & 3 , maryamah karpov di novel MK & CdDG adalah dua orang yang berbeda, maryamah karpov yang di MK adalah saudara dari ikal, sedankan di CdDG itu adalah kenalan ikal,mereka tinggal beda kampung, dan bisa aja kan di dua tempat ada dua nama maryamah yang sama
2) kejadian di CdDG itu terjadi setelah arai pergi ke belanda,ini didasari dari cerita-cerita di CdDG itu kan terjadi setelah ikal meminta izin kepada ayahnya untuk menikah dengan aling, dan ikal minta nikah sama aling setelah arai nikah kan..
3) untuk yang kedai kopi, saya juga belum tahu ntar jawab lagi ya.. (^_^)
saya juga dulu gak suka sama MK karena bingung..tapi setelah baca dwilogi padang bulan..baru mulai mengerti…
“maryamah karpov di novel MK & CdDG adalah dua orang yang berbeda, maryamah karpov yang di MK adalah saudara dari ikal, sedankan di CdDG itu adalah kenalan ikal,mereka tinggal beda kampung, dan bisa aja kan di dua tempat ada dua nama maryamah yang sama” >> sangat mungkin ada 2 Maryamah mbak.. apalagi di dua tepat yang berbeda. tapi 2 Maryamah dan dua2nya jago main catur dengan strategi Karpov dan memiliki julukan Maryamah Karpov..? sangat gak mungkin mbak
saya yakin maksud Andrea Hirata, mereka adalah dua orang yang sama
Andrea pernah bilang di Kompas kalau beliau “menceritakan yang fiksi dengan gaya bahasa non-fiksi, dan menceritakan non-fiksi dengan gaya bahasa fiksi pada novel2nya” dan saya yakin Maryamah Karpov adalah tokoh fiksi yang diceritakan dengan gaya bahasa non-fiksi tersebut
tapi ya itu, saya menemukan ke-tidak konsisten-an latar belakang Mak Cik Maryamah
http://andrea-hirata.com/2010/07/11/andrea-hirata-novelis-indonesia-menuju-pentas-sastra-dunia/
Wah wah… gue ga mengikuti novel Andrea Hirata.
Kenapa? KArena menurut adik sepupu gue, tulisannya biasa-biasa aja, nothing special in his works. Gue percaya banget ama sepupu gue itu, karena koleksi novel dia dan pengetahuan dia akan sastra (terutama novel) sangat gila-gilaan.
Jadi, biasa-biasa aja karena yang membuat bagus novel itu hanya jalan cerita yang apik. Hanya itu. Gaya penulisan gak istimewa, dan…. yah… serba biasa.
So, gue gak ngikutin kiprah Andrea Hirata.
Oh ya, mungkin juga karena gue lebih suka novel ber-genre fantasi ama thriller macem serial detektif gitu…
Jadi gue ga suka novel yang datar2 aja.
lho harus coba baca Maryamah Karpov kalo gitu Sop
itu adventurous banget.. tenang aja, ga mesti baca semua novel Andrea Hirata kok buat ngerti salah satu novel nya
jangan bilang lo juga ga nonton Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi..? ga baca novelnya gapapa, tapi kalo anak Indonesia ga nonton Laskar Pelangi, itu dosa besar banget Sop menurut gw :p
Oh, benar sekali itu, gue ga nonton pilemnya.
Iye iye, ntar mungkin gue tonton pilemnya.
hehe sorry akau gak baca reviewmu…habis jadi pengen baca ndiri^^
keren mbak..
sayangnya ane ga punya waktu buat baca novel
Wah … saya belum baca Padang Bulan dan Cinta Dalam Gelas, tapi sudah baca tetraloginya Andrea (dan tersihir olehnya … hehe
).
Saya pernah posting Maryamah juga, dan waktu itu menurut saya memang novel itu tidak tepat diberi judul Maryamah Karpov, karena di dalamnya hanya sedikit sekali menceritakan tentang Maryamah.
Pengin segera baca Padang Bulan …
bukan hanya sedikit sekali. lebih tepatnya lagi, hanya 1 halaman yang menceritakan mengenai Maryamah Karpov itu sendiri
makasih udah komen Bu
salam kenal
menurut gw its okay sama judul maryamah karpov nad. karna itu kan suka2 dia mau ngasih judul apa. lagipula menurut gw pemberian judul itu ga ada aturannya harus kayak gimana.. hehe.. menurut gw maryamah karpov menjadi judul karena hal tersebut bukan jadi hal utama yang dia ceritakan tapi latar yang berkesan untuk dia.
mauu dong nad pinjem buku bang ikal yg baruu hehehehhe
boleh aja
tapi jemput ke rumah gw yaa hehe
gue ga baca novel andrea hirata, karena menurut gue itu kayak memoir. dan gue ga suka baca memoir yang orangnya masih hidup atau masih sering nongol di tivi. takutnya ntar kelakuannya di dunia nyata mempengaruhi khayalan gue tentang tokoh dia di novel. haha, jadi selama andrea hirata masih hidup dan masih sering nongol di tivi, gue ga mau baca novelnya.
tapi sebenernya ga terlalu memoir banget na. karna Ikal sendiri bukan 100% Andrea Hirata. ada tokoh nyata dengan kejadian fiktif. ada tokoh fiktif dengan kejadian nyata hehe
but of course, it’s your choice
saya belom baca 2 2 nya
widih detail banget dah pemaparannya
jadi keknya ga usah beli saya udah tau isi dari bukunya itu
hehe
pengen sekali bisa membaca semuanya mbak..
kira2 cerita perjalanan hidup ikal sdh berakhir ya?
yaa.. belom dong
kan orang nya masih idup?
andrea hirata memang penulis produktif ya salut deh bahkan karyanya sudah difilmkan ^^
di novel itu, si arai bukannya tinggal di london ya?
di novel itu, satu kata Arai pun sama sekali ga disebut kak