me and SKCK [1]: pengantar dari RT/RW

9 Mar

taukah kamu apa kepanjangan SKCK? SKCK yang dulu bernama Surat Kelakuan Baik mempunyai kepanjangan Surat Keterangan Catatan Kepolisian. surat ini dikeluarkan kepolisian untuk memberikan keterangan bahwa kita tidak terlibat tindakan kriminal ataupun masalah narkoba. surat ini biasanya dibutuhkan untuk melamar kerja.

kenapa saya bisa sampai terlibat dengan SKCK? apakah saya sudah akan melamar kerja? tentu saja bukan.. eh belum.

keterlibatan saya dengan SKCK adalah berkat usulan dari calon dosen pembimbing saya untuk mengambil data tugas akhir di PT. PINDAD (cerita lengkapnya baca disini). menurut informasi dari teman2 saya, jika ingin tugas akhir (ataupun kerja praktek) di PT. PINDAD harus menyertakan SKCK. berikut ini adalah persyaratannya:

proposal

surat keterangan dari jurusan

SKCK

pas foto 3×4 (2), 2×3 (2)

jika dulu saya sering dengar birokrasi di indonesia sangat ribet dan menyulitkan, maka baru saat mengurus SKCK ini saya benar2 merasakannya. anggap saja saat mengurus KTP, passport, ataupun SIM tidak dihitung karena saat itu saya mengurusnya bersama orangtua.. sedangkan mengurus SKCK ini saya mengurus sendirian. benar2 kesana kemari sendirian..

semua bermula dari tadi pagi saat saya dengan pedenya melangkahkah kaki ke kelurahan untuk mengurus surat keterangan dari kelurahan sebagai persyaratan mengurus SKCK di polsek. saat di kelurahan saya diterima dengan baik petugas disana tapi saya harus menelan kekecewaan karena ternyata terlebih dulu dibutuhkan surat keterangan dari RT/RW. err… oke. akhirnya saya langsung balik ke rumah..

sampai di rumah saya menghubungi ibu saya “ma.. rumah pak RT dimana?“. saya tau pak RT orangnya yang mana.. tapi saya tidak tau rumah beliau. sejaktahun 2005 menempati rumah yang sekarang, saya tidak pernah harus berurusan langsung dengan pak RT. kalaupun butuh, biasanya ayah saya yang menguruskan ataupun pak RT yang datang ke rumah saya. jadi.. maaf ya pak RT saya tidak tau rumah bapak dimana..

setelah tanya tetangga kiri kanan.. sampai juga saya di rumah pak RT. diterima dengan baik oleh pak RT dan mengurusnya ternyata mudah. saat saya tanya, ada biayanya pengurusannya pak?“. dijawab pak RT, “oh gak neng.. langsung aja ke rumah pak RW ya“. rumah pak RT saja saya tidak tau apalagi rumah pak RW hehe. akhirnya pak RT menjelaskan kalau jam 11 seperti saat itu saya bisa menemui pak RW di SD tempat beliau mengajar. karena merasa saya harus mengurus SKCK secepatnya.. SD pak RW pun saya jabanin deh..

sesampainya di SD saya langsung menghampiri ruang guru.. eh setelah bertanya pada ibu2 yang menunggui anak2nya pulang sekolah sih hehe. ternyata.. pak RW sudah pulang kalau kata guru2 disana dan saya bisa langsung ke rumah pak RW saja. setelah dijelaskan kalau rumah pak RW ternyata hanya beberapa meter di belakang SD, akhirnya sayapun menuju rumah pak RW.

percayalah.. walaupun rumah pak RW tidak jauh dari SD dan saya sudah diberi tau alamat rumah beliau.. ternyata tidak semudah itu untuk bisa sampai ke rumah pak RW. penomoran rumah di wilayah itu teratur. masa di samping rumah nomor 40 itu rumah nomor 5? dan disamping rumah nomor 33 itu rumah nomor 9? bingung kan.. akhirnya saya harus tanya ke warga sekitar.. tidak ada yang tau rumah nomor 45 yang saya cari. saat saya “kalau rumah pak RW dimana ya bu?“. ternyata hanya 3 rumah setelahnya. saya menanyakan pertanyaan yang benar juga akhirnya huff..

tiga kali mengetuk rumah tersebut tidak ada yang jawab.. umm oke sepertinya tidak ada orang di rumah. saya berniat pergi dari rumah tiba2 adik pakai baju SD masuk ke halaman rumah tersebut. tampaknya anak RW. saya tanya apakah bapaknya ada, adik tersebut menjawab kalau pak RW belum pulang dari SD. err gimana sih ini.. tadi kata guru2 SD pak RW udah pulang. saya tanya lagi ke adik tersebut pak RW pulang dari SD biasanya jam berapa, dijawab “jam 2 teh..” oleh adik tersebut. saya pun pergi dari rumah tersebut menuju kampus..

berbekal info dari adik-baju-SD saya kembali ke rumah pak RW jam 4 sore dengan asumsi pak RW sudah ada di rumah. kembali mengetuk pintu rumah sampai tiga kali.. tidak ada yang menjawab saya. apakah memang rumah2 biasanya kosong melompong seperti rumah saya dan baru ada orang di rumah setelah maghrib? entahlah.. saya tidak tau.

akhirnya jam 8 tadi saya kembali ke rumah pak RW bersama ayah saya.. eh salah. ayah saya yang masuk ke rumah RW, saya menunggu di mobil. antara sudah males ke rumah pak RW, antara kesel karena 2x kesana tapi pak RW tidak ada.. entahlah. dan… ayah saya dapat tandatangan pak RW.. ha!

setelah dari RT ke RW.. besok pagi saya ke kelurahan meneruskan mengurus SKCK ini. doakan saya semoga besok lancar ya teman :)

About these ads

2 Responses to “me and SKCK [1]: pengantar dari RT/RW”

  1. Valia October 19, 2010 at 6:06 am #

    Hehe bener2 nyata, tp k0k gak da terusannya.. :D

  2. kangmas ian October 19, 2010 at 2:42 pm #

    wah kalao saya bikin SKCk dulu buat ngelamar si neng eh kerja hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 113 other followers

%d bloggers like this: